Latest Movie :
Recent Movies
Tampilkan postingan dengan label Comedy. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Comedy. Tampilkan semua postingan

Radio Galau FM (2012)

Karena satu dan lain hal, sebuah film yang berjudul Radio Galau FM sama sekali tidak berkisah maupun menyinggung mengenai kehidupan di dunia radio. Satu-satunya hal yang berkaitan dengan radio di film ini adalah ketika karakter utamanya mendengarkan sebuah program radio yang penyiarnya berusaha untuk mengumpulkan para pendengarnya yang sedang mengalami kegalauan hati. Radio Galau FM justru merupakan sebuah drama komedi romantis yang berorientasi pada kehidupan percintaan di usia remaja yang dialami para karakternya. Menjadi remaja – suatu periode ketika manusia sedang berusaha mencari jati dirinya – memang bukanlah sebuah proses yang mudah untuk dijalani. But seriously… apakah romansa di kalangan remaja modern memang semengerikan apa yang digambarkan di dalam film ini?

Bara Mahesa (Dimas Anggara) adalah karakter utama dalam jalan cerita Radio Galau FM ini. Sosok pemuda pelajar sekolah menengah atas ini memiliki penampilan fisik cukup lumayan namun sayangnya memiliki riwayat percintaan yang tidak begitu menyenangkan. Setelah tiga tahun tidak memiliki kekasih – dan selalu merasa uring-uringan karenanya, Bara kemudian berkenalan dengan adik kelasnya yang bernama Velin Caliandra (Natasha Rizki). Singkat cerita, dari awalnya berteman, Bara akhirnya merasa bahwa Velin adalah sosok yang sempurna untuk menjadi kekasihnya. Bara dan Velin kemudian resmi pacaran. Sayangnya… setelah beberapa saat, Bara mulai menyadari kalau Velin tidak sesempurna yang ia bayangkan.

Hubungan Bara dengan Velin semakin menjauh ketika Bara mengenal kakak kelasnya yang bernama Diandra Pramita (Alisia Rininta). Seperti halnya Bara, Diandra sedang mengalami masalah dalam kehidupan percintaannya. Ia menganggap kekasihnya, yang merupakan seorang mahasiswa, tidak pernah mampu mengerti akan dirinya. Merasa senasib, Bara dan Diandra akhirnya menjadi sepasang kekasih – terlepas dari fakta bahwa mereka masing-masing juga masih memiliki pasangan masing-masing. Sial bagi Bara, Diandra juga tidak sesempurna yang ia bayangkan. Akhirnya, kini Bara terjebak dalam kegalauan perasaan diri sendiri atas berbagai problematika romansa yang ia alami.

Radio Galau FM sendiri diadaptasi dari buku berjudul sama karya Bernard Batubara yang berisi kumpulan cerita pendek bertemakan kegalauan hati (baca: kerisauan hati – jika Anda masih asing dengan kata galau) penulisnya ketika berhadapan dengan berbagai problema cinta. Sama seperti Poconggg Juga Pocong (2011), cerita-cerita pendek yang terangkum dalam buku Radio Galau FM sendiri terinpirasi dari kumpulan tweet bertema sama yang dikaryakan oleh Bernard melalui akun Twitter-nya @RadioGalauFM yang telah memiliki puluhan ribu followers tersebut. Radio Galau FM mungkin dimaksudkan sebagai sebuah film drama komedi romansa yang mampu menangkap berbagai fenomena percintaan yang terjadi kalangan remaja modern. Alih-alih menjadi sebuah film dengan kesan romansa yang hangat, Radio Galau FM justru terkesan datar dalam penceritaan dramanya yang mengekploitasi kisah drama percintaan remaja yang dilakukan secara berlebihan serta diisi dengan sifat karakter-karakter yang begitu mengganggu.

Beberapa orang mungkin akan berargumen bahwa karakter-karakter yang dihadirkan dalam Radio Galau FM adalah deretan karakter yang sesuai dengan sikap kaum remaja saat ini – khususnya ketika berkaitan dengan masalah percintaan. Namun tetap saja, perubahan-perubahan sikap yang dialami karakter Velin dan Diandra, misalnya, setelah mereka menempuh masa berpacaran dengan karakter Bara, lebih cenderung terlihat sebagai klise dan mengada-ada daripada sebagai gambaran remaja modern yang akurat. Karakter Bara, yang seharusnya mendapatkan rasa simpati dari penonton atas berbagai perjuangan dan masalah cinta yang ia alami, juga mengalami perubahan sikap dan karakter mendadak di pertengahan film. Bara yang seharusnya menjadi romantic hero justru berubah menjadi sosok plin-plan yang akhirnya justru menelan karma percintaannya sendiri. Penggambaran sikap remaja modern? Boleh saja. Namun rasa kesulitan untuk memiliki hubungan emosional terhadap para karakter dalam sebuah jalan cerita jelas bukan sebuah hal yang dapat diabaikan begitu saja.

Setidaknya, karakter-karakter dalam Radio Galau FM setidaknya mampu dibawakan dengan baik oleh para jajaran pemerannya. Dimas Anggara jelas belum memiliki daya tarik yang kuat untuk diletakkan di garda terdepan penampilan sebuah film. Walau begitu, Iqbal Rais mampu membuat Dimas mengeluarkan penampilan terbaiknya untuk tampil sebagai karakter utama. Hal yang sama juga berlaku bagi dua pendamping Dimas,  Natasha Rizki dan Alisia Rininta. Yang paling mampu mencuri perhatian jelas adalah penampilan Joehana Sutisna yang berperan sebagai karakter ayah Bara. Kehadirannya dalam setiap adegan mampu tampil begitu komikal dan memancing hiburan yang maksimal.

Radio Galau FM memiliki kualitas produksi yang jelas tidak mengecewakan, baik dari segi tata audio maupun visual. Andhika Triyadi, sekali lagi, membuktikan bahwa dirinya adalah seorang komposer musik yang sangat mampu meracik tatanan musik yang mampu mengisi kekosongan emosional sebuah jalinan cerita. Tata musik Andhika sendiri tidak semaksimal yang ia tampilkan dalam Hari Untuk Amanda (2010) maupun Perahu Kertas (2012). Namun sangatlah jelas terasa bahwa ketika komposisi musik arahan Andhika mulai menyeruak diantara jalinan cerita, Radio Galau FM berhasil muncul menjadi sebuah presentasi cerita yang lebih baik.

Mungkin Radio Galau FM bekerja secara berbeda bagi mereka yang memang menjadi target penonton utama dari film ini. Pun begitu, tidak dapat disangkal bahwa – terlepas dari kemampuan Haqi Achmad sebagai penulis naskah film dalam meramu dialog-dialog romansa cheesy menjadi begitu menghibur serta keberhasilan Iqbal Rais dalam mengarahkan para pemainnya serta kualitas produksi film ini secara keseluruhan – Radio Galau FM memiliki kelemahan yang begitu besar pada jalinan ceritanya yang dangkal dan klise serta karakter-karakter yang jauh dari kesan mudah untuk disukai. Bukanlah sebuah presentasi yang buruk, namun jelas masih jauh dari kualitas yang istimewa.


   Rating IMDB     :  7.8/10  (Detail IMDB)
   Tanggal Rilis    :  13 September 2012 (Indonesia)
   Kualitas Video  :  VCDrip (BAGUS)
   Bintang             :  Dimas Anggara, Natasha Rizki
   Genre               :  Comedy | Drama
   Size                  :  350MB MKV  
 
Indowebster-VCDrip-350MB-MKV  : 
PASSWORD : oliphdhian
Download File
Torrent-HDRip-700MB-Avi  (Single File) : 
Download File
Mediafire Alternatif Link HDRip: 
----------------------------------------------
Jika Linknya Rusak 
atau bingung cara downloadnya 
informasikan Disini (Klik Disini)
----------------------------------------------
NOTE:
Terima Kasih
----------------------------------------------


Test Pack (2012)

Diangkat dari novel berjudul sama karya Ninit Yunita yang pertama kali dirilis pada tahun 2005, Test Pack: You Are My Baby berkisah mengenai pasangan menikah, Rachmat (Reza Rahadian) dan Tata (Acha Septriasa), yang sedang berupaya untuk melengkapi susunan keluarga mereka dengan memperoleh seorang anak. Sebenarnya, kehadiran seorang anak dalam pernikahan Rachmat dan Tata bukanlah sebuah hal yang dirasa penting. Namun, setelah usia pernikahan yang telah mencapai tujuh tahun, Tata akhirnya merasa bahwa kehadiran seorang anak adalah sebuah hal yang wajib. Akibatnya, kini keseharian hidup pasangan itu dihiasi dengan berbagai eksperimen yang dinilai dapat membantu mereka untuk mendapatkan seorang penerus garis keturunan. Sayangnya… usaha tersebut sepertinya tidak kunjung berhasil.

Setelah beberapa saat, Rachmat dan Tata memutuskan bahwa kini adalah saat yang tepat bagi mereka untuk mendapatkan opini dari seorang ahli medis. Beberapa kali kunjungan konsultasi ke ahli kandungan ternyata memberikan tekanan mental yang begitu kuat kepada Rachmat. Ia menjadi merasa ketakutan bahwa dirinya adalah faktor yang membuat pernikahan mereka tidak kunjung dikaruniai seorang anak hingga kini. Ketakutan tersebut kemudian mendorong Rachmat secara perlahan menjauh dari Tata… dan berhubungan kembali dengan mantan kekasihnya, Shinta (Renata Kusmanto) – yang ternyata baru saja diceraikan suaminya, Heru (Dwi Sasono), akibat tidak mampu memberikan keturunan. Niat yang awalnya untuk memperoleh sebuah berkah justru kemudian berbalik menjadi ujian terbesar dalam pernikahan Rachmat dan Tata.

Dengan tema penceritaannya yang jauh lebih dewasa, Test Pack: You Are My Baby jelas akan mampu memberikan kepuasan tersendiri bagi para penggemar drama romansa Indonesia yang menganggap Perahu Kertas sedikit bernuansa terlalu remaja bagi mereka. Dengan naskah yang diadaptasi oleh Adhitya Mulya, Test Pack: You Are My Baby mampu menghadirkan rangkaian drama yang dengan fasih menangkap bagaimana setiap usaha dari kedua karakter utamanya dalam memperoleh keturunan. Berbeda dengan kebanyakan drama romansa lainnya, sama sekali tidak ada yang dihadirkan secara berlebihan dalam film ini. Setiap bagian drama dihadirkan secara natural – tanpa pernah terlihat berusaha keras untuk mencoba membuat penontonnya merasa tersentuh akan kisah yang disajikan – dengan deretan karakter yang juga begitu membumi dan mudah untuk untuk disukai.

Tantangan terbesar bagi Monty Tiwa jelas adalah bagaimana untuk mendeskripsikan Test Pack: You Are My Baby yang hanya berisi dua konflik besar tersebut menjadi sebuah jalan penceritaan berdurasi 109 menit tanpa pernah terasa membosankan. Well… pada beberapa bagian, usaha tersebut berhasil. Dengan memasukkan unsur komedi yang datang dari karakter-karakter seperti dr Peni S. – seriously! – atau pasangan Bapak dan Ibu Sutoyo, penonton diberikan penyegaran yang cukup layak untuk kemudian dapat kembali ke akar permasalahan film ini yang sebenarnya. Namun, Test Pack: You Are My Baby juga tidak lepas dari momen-momen dimana konflik usaha mendapatkan keturunan yang dialami oleh pasangan karakter Rachmat dan Tata telah terasa terlalu panjang atau kisah hubungan antara karakter Rachmat dan Shinta yang gagal untuk tampil lebih mendalam dan justru seringkali terlihat klise.

Karakter-karakter dalam jalan cerita Test Pack: You Are My Baby dihadirkan secara begitu sederhana dan tidak pernah tampil begitu overly-dramatic. Selain dari keberhasilan Adhitya Mulya dalam menggambarkan deretan karakter tersebut, mudahnya penonton untuk merasa terkoneksi pada jalan cerita film ini juga muncul akibat briliannya penampilan para pengisi departemen akting yang menghidupkan karakter-karakter tersebut. Reza Rahadian… well… salah satu aktor terbaik di generasinya dan berhasil kembali membuktikan gelar tersebut dalam perannya sebagai Rachmat di film ini. Acha Septriasa juga berhasil menampilkan kedewasaan penampilannya, baik secara akting maupun… ehmmm… penampilannya. Chemistry yang tercipta antara Reza dan Acha juga tampil begitu kuat dan meyakinkan. Monty Tiwa juga berhasil mengeluarkan sisi terbaik dari penampilan Renata Kusmanto – yang memang seringkali terlihat datar dalam kebanyakan penampilannya, namun berhasil tampil kuat di film ini. Dukungan penampilan akting lainnya dari Meriam Bellina, Jaja Mihardja, Oon, Gading Marten, Uli Herdinansyah serta Dwi Sasono mampu mempertegas kualitas departemen akting di film ini.

Selain deretan lagu latar yang terasa begitu mengganggu – please, Monty. Make it stop! – karena dinyanyikan oleh deretan penyanyi dengan kualitas vokal yang medioker serta beberapa bagian penceritaan yang terasa dieksplorasi terlalu panjang maupun tidak berhasil digali dengan lebih mendalam, Test Pack: You Are My Baby adalah sebuah drama romansa yang berhasil tampil kuat. Naskah cerita dan deretan karakter yang sederhana mampu dieksekusi Monty Tiwa menjadi sebuah drama kehidupan yang berhasil hadir dengan meyakinkan. Didukung dengan deretan penampilan akting berkelas dari Reza Rahadian, Acha Septriasa dan Renata Kusmanto, Test Pack: You Are My Baby adalah sebuah drama romansa dewasa yang telah lama dirindukan hadir di industri film Indonesia.

   Rating IMDB     :  7.4/10  (Detail IMDB)
   Tanggal Rilis    :  6 September 2012 (Indonesia)
   Kualitas Video  :  DVDrip (BAGUS)
   Bintang             :  Reza Rahadian, Acha Septriasa
   Genre               :  Comedy | Drama
   Size                  :  400MB MKV  
 
Indowebster-DVDrip-400MB-MKV  : 
PASSWORD : oliphdhian
Download File
Torrent-HDRip-700MB-Avi  (Single File) : 
Download File
Mediafire Alternatif Link HDRip: 
----------------------------------------------
Jika Linknya Rusak 
atau bingung cara downloadnya 
informasikan Disini (Klik Disini)
----------------------------------------------
NOTE:
Terima Kasih
----------------------------------------------


Mama Minta Pulsa (2012)

Umar dan Said sedang menggali tanah dimalam hari untuk membuat pos buat para calon Satpam Komplek. Di tempat itu mereka menemukan sebuah telepon selular dan ternyata terdapat pesan singkat yang mengatakan "MAMA MINTA PULSA". Umar dan Said pun akhirnya membuang telepon tersebut dan mengenai Yadi Sembako. Setelah membuang telepon tersebut mereka didatangi secara langsung sosok Mak Lampir yang meminta nyawa mereka. Umar dan Said pun berlari ketakutan menemui komandan Caroline dan menceritakan semua akan sesuatu yang aneh tadi mereka lihat dengan kepala sendiri. Komandan Caroline pun melarang mereka menceritakan sesuatu yang aneh kepada peserta Satpam Komplek, Iko, Tino, Tessa dan Jelly.

PH baru Movie Eight Production nampaknya semakin "gatal" untuk memproduksi film-film baru setelah meraih 400ribuan penonton di film pertama mereka Nenek Gayung bulan April lalu. Setidaknya sampai bulan keenam mereka telah memproduksi 3 film dan 2 film sebelumnya telah meraih diatas 200ribuan penonton. Hmm untuk sebuah PH baru nampaknya ini sebuah penghargaan yang mengagumkan. Belum sutradara Nuri Dahlia juga baru terjun di dunia perfilman di Nenek Gayung juga. Kini PH Movie Eight dengan Rapi Films akhirnya merilis film Mama Minta Pulsa yang memang sengaja diangkat dari kasus kehebohan 2 tahun terakhir ini.

Cerita dari Mama Minta Pulsa sendiri cukup bisa membuat kening berkerut karena penonton akan diberitahu bagaimana asal usul singkat saja kenapa sosok Mama itu bisa minta pulsa kepada orang-orang melalui telepon selularnya. Jadi begini ceritanya, Umar, Said dan komandan Caroline di malam hari ketika pulang kembali ke basecamp begitu capek dan mengantuk. Umar yang menyetir mobil malam itu pun mengantuk luar biasa sampai akhirnya menabrak lari hingga tewas seorang ibu yang hendak menyebrang. Ibu tersebut sebelumnya diceritakan hendak menelepon anaknya, akan tetapi semua sia-sia karena pulsanya habis dan dirinya pun harus tewas terlempar karena tabrak lari Umar. Semenjak itulah teror Mama kepada setiap yang menemukan HP miliknya dan siapa orang terdekat yang menemukan HP tersebut akan diteror habis-habisan oleh si Mama atau Mak Lampir tersebut.

Nah,begitulah cerita sebenarnya film Mama MInta Pulsa. Sisanya hanyalah sebuah film horror komedi seperti film-film lainnya yang terdapat unsur menonjolkan buah dada perempuan. Dan juga terdapat sosok banci, dan tidak lupa adalah petunjuk untuk sekuel berikutnya film Mama Minta Pulsa sendiri, yaitu Papa Minta Pulsa. Dimana Bolot menjadi aktor yang menjadi Papa yang minta pulsa kepada korban berikutnya. So, bersiaplah diteror selanjutnya dengan Papa Minta Pulsa di bioskop kesayangan anda nantinya kelak! :Salam JoXa:

   Rating IMDB     :  0.0/10  (Detail IMDB)
   Tanggal Rilis    :  21 Juni 2012 (Indonesia)
   Kualitas Video  :  DVDrip (BAGUS)
   Bintang             :  Farida Pasha, Daus Sparo
   Genre               :  Comedy | Horror
   Size                  :  350MB MKV  
 
Indowebster-DVDrip-350MB-MKV  : 
PASSWORD : oliphdhian
Download File
Torrent-HDRip-700MB-Avi  (Single File) : 
Download File
Mediafire Alternatif Link HDRip: 
----------------------------------------------
Jika Linknya Rusak 
atau bingung cara downloadnya 
informasikan Disini (Klik Disini)
----------------------------------------------
NOTE:
Terima Kasih
----------------------------------------------


30 Hari Mencari Cinta (2004)

Tiga orang wanita yang bersahabat sejak di SMA: Keke, Gwen dan Olin, ketika kuliah tinggal bersama di rumah milik orangtua Olin. Keke kuliah di jurusan PR, Olin di Bisnis, dan Gwen ambil Desain Grafis. Sepulang kuliah mereka nongkrong di cafe penjual pizza, lalu menyewa VCD dan nonton bersama di rumah. Itulah kegiatan rutin mereka setiap hari.

Suatu hari, seusai menonton VCD romantis, Keke menangis tersedu-sedu karena baru menyadari bahwa mereka hidup tanpa cowok, atau pacar. Ketiganya seperti terbangun dari tidur yang panjang. Mereka sadar bahwa satu-satunya cowok yang dekat dengan mereka adalah Bono, cowok tetangga yang keren, tapi cara berpikirnya seperti orang yang lahir dari planet berbeda.

Keinginan mereka untuk punya cowok semakin bulat, setelah geng musuh yang dipimpin Barbara menyebut mereka lesbian! Akhirnya mereka sepakat akan go public. Mulai Jumat depan, mereka akandugem di club yang paling top dengan target mencari pacar. Menjelang "Jumat Gaul" perdana, mereka sibuk mencari baju, meniru gaya dandan yang lagi trend, belajar gaya disko paling mutakhir dari MTV, yang penting bisa tampil gaya.

Ternyata Jumat itu tidak seperti yang mereka impikan. Gaya disko mereka ternyata bikin rusuh. Keke menumpahkan minuman ke pangkuan seorang cowok. Gwen yang pakai sepatu tinggi, jatuh terjerembab di depan cowok-cowok. Sementara Olin penyakit asmanya kambuh sehingga bikin repot orang banyak. Hasilnya, boro-boro dapat pacar, cowok-cowok pun tak ada yang tertarik pada mereka.

Mereka lalu taruhan, dalam waktu 30 hari harus punya pacar. Niat yang awalnya dijalani secara fun akhirnya berkembang jadi serius. Akhirnya banyak kegiatan yang biasa mereka lakukan bersama, sudah ditinggalkan. Masing-masing sibuk mencari cara tercepat untuk mendapatkan cowok. Dalam urusan mencari cowok ini membuat hubungan mereka jadi renggang. Hidup mereka penuh kepura-puraan. Ada yang pura-pura kencan dengan cowok, padahal cuma nonton sendirian di bioskop. Semua itu membuat mereka semakin jauh dan kesepian.

Di minggu ketiga mereka sudah mendapatkan cowok yang kira-kira cocok, tapi bukan berarti tanpa masalah. Olin kesengsem berat pada Erik yang tampangnya mirip bintang F4, Jerry Yan, tapi pemuda pemalu yang lemah lembut ini belum juga menyatakan cintanya. Sementara Keke dibuat pusing dengan ulah Brian yang selalu terobsesi pada urusan seks. Gwen menjalin hubungan dengan Axel, anggota band metal, yang peminum alkohol dan bau badan karena jarang mandi.

Ternyata punya cowok sama buruknya dengan tidak punya. Ketiganya sedih dan saling merindukan saru sama lain. Tepat di hari ke-30 ketiganya saling jujur dan terbuka mengungkap apa yang sebenarnya terjadi selama ini...

   Rating IMDB     :  5.8/10  (Detail IMDB)
   Tanggal Rilis    :  9 January 2004 (Indonesia)
   Kualitas Video  :  VCDrip (BAGUS)
   Bintang             :  Vino G. Bastian and Luna Maya
   Genre               :  Comedy | Drama | Romance
   Size                  :  500MB MKV  
 
Indowebster-VCDrip-500MB-MKV  : 
PASSWORD : oliphdhian
Download File
Torrent-HDRip-700MB-Avi  (Single File) : 
Download File
Mediafire Alternatif Link HDRip: 
----------------------------------------------
Jika Linknya Rusak 
atau bingung cara downloadnya 
informasikan Disini (Klik Disini)
----------------------------------------------
NOTE:
Terima Kasih
----------------------------------------------



What Love Means (2005) / Apa artinya cinta? (2005)

Dari tim produksi dan pemain utama 'Eiffel I'm In Love' (2003) hadirlah 'Apa Artinya Cinta?' (AAC?) sebagai follow-up blockbuster hit film di akhir tahun 2003 tersebut. Jelas sekali jika film ini diniatkan untuk kembali menjadi hit dalam perfilman Indonesia saat itu. Dengan bujet yang jauh lebih besar, maka 'AAC?' memang tampil dengan lebih menarik. Akan tetapi, apakah kemudian 'AAC?' menjadi lebih baik dari pendahulunya?

Adegan di buka dengan dengan setting sebuah kamar apartemen di Amerika, dimana seorang pria (Samuel Rizal) yang menyatakan rasa cintanya terhadap seseorang yang tidak terlihat di layar. Kemudian, si sosok misterius menunjukkan dirinya dan memeluk sang pria tersebut. Yang mengundang penasaran adalah, sosok tersebut juga ternyata seorang pria! Cerita berpindah ke Indonesia, dimana Aliza (Shandy Aulia), seorang gadis yang baru berusia 17 tahun yang ingin melanjutkan studinya ke Amerika. Atas rekomendasi mamanya, maka Aliza bertemu dengan Dara, anak tetangga baru mereka yang baru pulang untuk liburan. Ternyata Dara kuliah di San Fransisco, Amerika. Dari pertemuan pertama mereka, Aliza mendapatkan kesan yang aneh terhadap Dara, karena ia menganggap Dara sebagai anak dengan kelakuan yang 'aneh'. Apalagi saat kakaknya, Rio (Mischa Chandrawinata), memberitahu Aliza tentang gosip miring tentang 'prilaku' Dara. Namun, entah mengapa, ada sesuatu di diri Dara yang mengundang rasa ingin tahu yang besar dari Aliza. Maka dimulailah usaha Eliza untuk mengetahui siapa sebenarnya Dara itu.

Tidak ada yang spesial dengan plot yang ditawarkan oleh 'AAC?', bahkan cenderung tipikal komedi romantis sekali. Namun, kelucuan-kelucuan yang dibangun oleh situasinya cukup menggelitik, terutama karena adanya prasangka yang telah terbentuk di benak Aliza terhadap Dara. Tentu saja, banyak logika cerita yang perlu ditanyakan, namun ini adalah film hiburan dan ditujukan untuk menghibur penonton tanpa harus berpikir secara berlebihan. Mungkin ini adalah apologi untuk kelemahan cerita 'AAC?'. Selain itu 'AAC?' juga menyediakan sub-plot yang sebenarnya cukup bagus jika dikembangkan dalam sebuah narasi tersendiri, namun sayangnya sub-plot tersebut tidak diperlukan untuk film ini, karena sama sekali tidak ada korelasi dengan struktur cerita yang ingin dibangun.

Film ini disutradarai, diproduseri dan ditulis oleh Sunil Soraya, setelah sebelumnya ia hanya menjabat sebagai produser untuk Eiffel I'm In Love (2003). Sebagai seorang sutradara, tampaknya ia mempunyai visi sinematik dengan nilai artistik yang tinggi, karena secara visual, film ini terasa indah dengan set otherwordly-nya. Memang, dengan set yang terlalu mewah, film ini terkesan sangat tidak realistik. Selain itu, demi mengejar nilai artistik yang tinggi tersebut, Sunil kadang terjebak dalam elaborasi visual yang tidak perlu sama sekali, sehingga cukup mengganggu kenikmatan menonton film. Selain itu, ia tampaknya sangat terobsesi dengan film 'Sin City' (2005), karena selain poster yang menggunakan konsep yang sama, ternyata ada sebuah segmen yang benar-benar memakai konsep filmnya Robert Rodriguez tersebut. Ohya, bahkan untuk segmen company credit dari Soraya Intercine dibuat mirip dengan company credit-nya Marvel. Mungkin maksudnya untuk mengingatkan penonton bahwa ini adalah film dengan gaya dan adegan-adegan yang komikal. Tampaknya taste Sunil Soraya adalah action, karena ia kelihatannya berbakat dalam adegan-adegan aksi. Terutama adegan kebut-kebutan di jalanan San Fransisco, yang tidak kalah menarik dari film H'wood sekalipun.  Mungkin untuk feature selanjutnya ia bisa mengeksplorasi genre tersebut saja.

Tata fotografi film ini juga lumayan menarik, apalagi film ini juga film Indonesia pertama yang memakai Panavision sebagai kameranya dan dengan teknik widescreen (sesuatu yang kini jarang digunakan oleh film Indonesia), sehingga 'AAC?' tampil dengan gambar-gambar yang memanjakan mata. Pemakaian CGI masih jelas terlihat, terutama untuk adegan kebut-kebutan di jalanan San Fransisco, akan tetapi sudah cukup lumayan bagus. Untuk urusan efek khusus, 'AAC?' kelihatannya memang tidak main-main, karena memang banyak menampilkan efek sebagai hiasan visualnya. Sayangnya, untuk hal-hal tersebut, Sunil Soraya belum berani memakai tenaga lokal, karena masih memakai tenaga asing, yang memang terlihat sangat menguasai bidangnya.

Dari segi akting, tidak ada pengembangan yang berarti dari duet Samuel Rizal dan Shandy Aulia. Walau begitu, chemistry mereka yang telah terbangun cukup memberikan kontribusi positif untuk film ini. Samuel masih terlihat kurang natural sementara Shandy belum bisa melepaskan streotype aktingnya. Akan lebih baik jika mereka nanti memilih peran yang lebih menantang. Selain itu, film ini juga menampilkan comebacknya Onky Alexander, yang dulu merupakan iconnya anak muda tahun 80-an melalui seri 'Catatan Si Boy'-nya. Dan dalam film ini Onky kembali berduet dengan Didi Petet, yang tampil sangat menghibur, terutama saat adegan kebut-kebutan tersebut.

Jadi, apakah 'AAC?' lebih baik dari 'Eiffel I'm In Love'? Tampaknya begitu, walau secara kualitas, tidak ada peningkatan yang signifikan. Tapi, setidaknya film ini membuktikan, jika sebuah film dibuat dengan serius, maka film tersebut akan menjadi sebuah film yang menarik. 

   Rating IMDB     :  5.1/10  (Detail IMDB)
   Tanggal Rilis    :  2 November 2005 (Indonesia)
   Kualitas Video  :  DVDrip (BAGUS)
   Bintang             :  Shandy Aulia, Samuel Rizal
   Genre               :  Comedy | Romance
   Size                  :  600MB MKV  
 
Indowebster-DVDrip-600MB-MKV  : 
PASSWORD : oliphdhian
Download File
Torrent-HDRip-700MB-Avi  (Single File) : 
Download File
Mediafire Alternatif Link HDRip: 
----------------------------------------------
Jika Linknya Rusak 
atau bingung cara downloadnya 
informasikan Disini (Klik Disini)
----------------------------------------------
NOTE:
Terima Kasih
----------------------------------------------



Mr Bean Kesurupan Depe (2012)

Seorang suami mengantarkan istrinya yang sedang hamil ke Jakarta, yang ngidam ingin sekali bertemu idolanya. Sayang, belum sampai Jakarta, mereka dicegat takdir mengenaskan, dibunuh dengan brutal oleh seorang psikopat. Well, kalau ini adalah film “normal” dengan citarasa horor lokal, mungkin kelanjutannya sepasang suami-istri tersebut akan jadi arwah penasaran dan menuntut balas kepada si pembunuh. Untungnya (atau malangnya) kita tidak akan ditawari cerita klise macam itu, yang sudah didaur-ulang ribuan kali sejak jaman sundel bolong-nya (alm) Suzanna. KKD dengan master-piece-of-syit-nya yang terbaru “Mr Bean Kesurupan Depe” tampak lugu menambahkan ber-layer-layer twist cerdas, memasukkan apapun yang ada di kepalanya ke dalam cerita, tak peduli jika pada akhirnya film ini sulit dicerna oleh otak, tidak masuk di akal dan idiot. Si suami, Parmin diperankan Doyok dan si istri Marni diperankan Dewi Perssik, tak ada kesan orang kampung, tak apa itu sangat-sangat wajar. Mereka naik becak menuju Jakarta dari kampung, masih normal. Lalu mereka nyasar ke sebuah hutan, menemukan pondok yang berisi potongan tubuh-tubuh manusia, ternyata itu sarang si psikopat alay—saya berharap KKD tiba-tiba menghentikan keidiotannya, berbalik membuat film slasher, tapi itu (tentu saja) tidak terjadi, harapan saya diperintahkan untuk nungging dan KKD sambil tertawa lebar menendangnya hingga jauh. Apakah masih normal setelah Parmin dan Marni mati, mereka jadi pocong berkain kafan warna-warni dan akhirnya bergabung dengan pocong-pocong lain di Asrama khusus pocong? yah semua masih terlihat normal, iya kan KKD?? Iyaa kan??  *cek tekanan darah*

Sebetulnya “Mr Bean Kesurupan Depe” tidak hanya menceritakan Parmin dan Marni yang gagal ke Jakarta lantaran keburu di ho-oh-in psikopat (dibunuh maksudnya). “Mr Bean Kesurupan Depe” juga menceritakan sepasang kekasih yang mati ditabrak mobil kemudian jadi pocong juga, jadi penghuni asrama pocong pula. Cerita lainnya, ada pocong bule mirip Mr. Bean—di-credit-nya hanya ditulis “Mister Bean”—juga penghuni asrama pocong yang nantinya hanya jadi “pajangan” rombeng. Mondar-mandir tidak jelas dalam cerita, berusaha keras mengimitasi Mr. Bean asli (dari gerakan sampai raut muka) hanya untuk memuaskan apa yang saya namakan sejak awal “sebuah tindakan frustasi dan putus asa seorang KKD”. Biarlah, kali ini saya akan pura-pura terkejut melihat usaha keras penulis cerita (itupun jika ada), yang dengan telaten sekali menumpuk ceritanya menjadi tumpukan “sampah”. Ditambah Yoyok Dumprink memainkan peranan pentingnya sebagai sutradara dengan sangat apik, mengurutkan tumpukan “sampah” tersebut agar lebih bisa dinikmati oleh otak yang sudah mengkerut sampai segede “biji” kambing. Tidak perlu nyium ketek kiri genderuwo dulu untuk bilang kalau “Mr Bean Kesurupan Depe”, adalah karya ke-sekian dari KKD yang tak perlu dipertanyakan dan dijelaskan lagi seberapa besar efek ingin muntahnya, cukup melihat posternya yang punya design brilian itu, saya sudah tahu akan dilumuri muntahan sendiri selepas nonton filmnya.

“Poster film Indonesia terbaik sejauh ini, ada helikopter yang dinaikin catwoman nyemplung ke laut, ada perosotan, ada pocong mister bean, ada dakocan, perfect!”—Ita, pasien rumah sakit jiwa yang mengaku fans garis keras film-film KKD. Produser yang satu ini memang anti-mainstream, jika kebanyakan film Indonesia sudah capek dibilang jelek dan berlomba-lomba bikin filmnya bagus, KKD tetap berpegang teguh untuk idealis membuat film jelek. Seakan tak bisa lepas dari pemikiran “bikin film bagus itu nga akan laku”, tampilan filmnya tidak memanjakan mata, tak akan pernah dipedulikan, akting ala-busuk-nya juga dibiarkan, adegan demi adegan yang di-edit pakai power-point pun jadi lumrah, semua untuk menghasilkan satu tujuan mulia, yaitu film yang jeleknya mutlak (film bukan sih? terserah deh). “Mr Bean Kesurupan Depe” bukanlah film KKD jika jeleknya hanya setengah-setengah, memasukkan plot psikopat ditengah jalan hanya untuk memamerkan filmnya bisa mencampur-adukan genre seenaknya, lalu meninggalkan plot itu tak terselesaikan adalah keharusan. Apalah artinya film KKD tanpa plot-nya yang tumpang-tindih hanya numpang lewat sambil kentut lalu kemudian kayang melompati kecerdasan penontonnya. Apalah artinya film KKD tanpa penampakan-penampakan setan-setan bermuka gosong itu, signature khasnya itu masih akan diselipkan di “Mr Bean Kesurupan Depe”, walau porsinya agak dikurangi untuk memberi tempat pada si Mister Bean, yang di film ini asyik sendiri lalu-lalang tidak jelas diantara plot utama (emang ada?).

Diperlakukan sama dengan psikopat alay, si pocong Mister Bean juga nantinya akan dilupakan dalam cerita, KKD pikir sudah cukup membuktikan jika filmnya memiliki Mister Bean yang bukan “Mr. Bean”, hilangkan saja dia dan fokus lagi ke plot utama (penasaran, emang ada?)—plot utama untuk mengubah bentuk otak saya menjadi segitiga sama kaki. Sebegitu putus asanya seorang KKD sampai harus menipu orang-orang, bilang difilmnya ada Mr. Bean. Dulu sebelum memutuskan untuk memboyong aktris-aktris import dan Mr. Bean palsu, untuk membuat film jelek KKD hanya perlu trio macan yang mencuci kancutnya di kolam renang, apakah KKD sudah kehabisan ide membuat film-film jelek yang sesederhana itu, yang tak perlu menipu. Sejenius membuat kontroversi, KKD juga jenius menayangkan filmnya sebelum “The Dark Knight Rises”, karena “Mr Bean Kesurupan Depe” tidak disangka-sangka semacam film “pendamping”, yang menceritakan asal mula seorang catwoman. Jika film Nolan nantinya tidak lebih bagus dari “kotoran” milik KKD, saya lebih baik gantung diri aja. Saya akui “Mr Bean Kesurupan Depe” adalah film (film bukan yah?) jelek, tapi KKD tidak lagi (bisa) menyaingi kejayaan film-film busuknya di era “Genderuwo”. “Mr Bean Kesurupan Depe”, seharusnya bisa lebih jelek daripada ini, KKD seharusnya bisa lebih baik daripada ini, pocong warna-warni, pocong lomba balap bajaj, pocong punya asrama, Mister Bean suka sama pocong Marni, psikopat alay, catwoman naik helikopter, catwoman konser, semua kebodohan di film ini seharusnya bisa lebih-lebih-lebih idiot. Untuk kali ini saya harus puas dengan “Mr Bean Kesurupan Depe” yang punya level jelek ala kadarnya. Sekian *telepon ambulan*

   Rating IMDB     :  0.0/10  (Detail IMDB)
   Tanggal Rilis    :  7 Juni 2012 (Indonesia)
   Kualitas Video  :  VCDrip (BAGUS)
   Bintang             :  Dewi Perssik, Doyok
   Genre               :   Comedy | Horror
   Size                  :  325MB MKV  
 
Indowebster-VCDrip-325MB-MKV  : 
PASSWORD : oliphdhian
Download File
Torrent-HDRip-700MB-Avi  (Single File) : 
Download File
Mediafire Alternatif Link HDRip: 
----------------------------------------------
Jika Linknya Rusak 
atau bingung cara downloadnya 
informasikan Disini (Klik Disini)
----------------------------------------------
NOTE:
Terima Kasih
----------------------------------------------


Kungfu Pocong Perawan (2012)

Di sebuah perguruan Singa Putih tinggallah kakak pertama, Boh Siaw, bersama Boh Lam, Ang Pao, Gurunya, dan gadis perawannya, Mey Mey. Suatu hari, Boh Siaw diperintahkan gurunya untuk mengambil kitab suci. Setelah melakukan perjalanan tersebut, baru dirinya bisa meminang gadis perawannya tersebut. Akhirnya, Boh Siaw mengajak Ang Pao untuk menemani dirinya mencari kitab suci tersebut. Selama perjalanan, mereka dihantui oleh makhluk halus hingga pada akhirnya mereka berdua pun mengalami kecelakaan dan berubah menjadi pocong. Lalu bagaimana kisah selanjutnya?

Merasa tidak asing dengan poster film ini? Hmm yak pasti langsung teringat dengan film Kungfu Panda. Bedanya di poster film bung KKD kali ini dihiasi dengan 2 pocong. Belum lagi kalau kalian menyaksikan film ini secara keseluruhan, akan banyak adegan yang dicomot atau dijiplak dan dibuat dalam satu adegan di film ini. Saran gue sih lebih baik baca review gue aja daripada menonton film ini di bioskop.. Bukannya tidak mau mengapresiasi film-film Indonesia untuk ditonton di bioskop ya tapi kalau buruk lebih baca review dari penonton yang setia dengan tipe-tipe film tersebut. Sayang looh buang-buang duit, apalagi sekarang HTM bioskop sudah mahal.

Kungfu Pocong Perawan bisa dibilang film terbaik KKD dari segi sinematografi. Sumpah. Gueh. Gak. Bohong. Gambar di sepanjang 77 menit film ini jernih dan enak dipandang mata. Bisa dibilang KKD menggembleng habis-habisan DOP di film terbarunya kali ini. Namun sayang sekali, terbaik itu hanya terdapat di sisi sinematografi saja, sisanya? Hmm jauh dari kata cukup baik ataupun menarik untuk ditonton di bioskop.

Kalau dari masalah si pocong bisa berantem dengan manusia, itu sih gue masih bisa maklumi ya. Tapi kalau tidak lucu dan ujungnya garing bin membosankan rasanya aneh saja ya ada adegan tersebut. Akhir kata, film Kungfu Pocong Perawan adalah film Vividsm pertama di bulan April yang akan menghantui bulan April di bioskop kesayangan anda sebelum hadirnya Kuntilanak-Kuntilanak dan NENEK GAYUNG minggu depan.



   Rating IMDB     :  0.0/10  (Detail IMDB)
   Tanggal Rilis    :  12 April 2012 (Indonesia)
   Kualitas Video  :  VCDrip (BAGUS)
   Bintang             :  Olga Syahputra, Jessica Iskandar
   Genre               :  Comedy
   Size                  :  400MB MKV  
 
Indowebster-VCDrip-400MB-MKV  : 
PASSWORD : oliphdhian
Download File
Torrent-HDRip-700MB-Avi  (Single File) : 
Download File
Mediafire Alternatif Link HDRip: 
----------------------------------------------
Jika Linknya Rusak 
atau bingung cara downloadnya 
informasikan Disini (Klik Disini)
----------------------------------------------
NOTE:
Terima Kasih
----------------------------------------------


 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Kumpulan Film Bioskop - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger