Latest Movie :
Recent Movies
Tampilkan postingan dengan label L. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label L. Tampilkan semua postingan

Langit biru (2011)

Dalam mendukung penggalakan kampanye anti bullying serta anti kekerasan di kalangan anak-anak sekolah, rumah produksi Blue Caterpillar Films bekerjasama dengan Kalyana Shira Films merilis Langit Biru, sebuah film musikal anak yang naskah ceritanya ditulis oleh Melissa Karim dengan bantuan supervisi dari Nia Dinata. Dalam Langit Biru, Tomtim (Jeje Soekarno) merupakan seorang anak laki-laki yang memiliki bakat luar biasa dalam hal menggambar. Dalam kesehariannya, Tomtim dapat ditemui sedang berkumpul bersama dua sahabatnya, Biru (Ratnakanya) dan Amanda (Beby Natalie). Selalu menghabiskan kesehariannya dengan dua teman perempuannya, Tomtim kemudian menjadi sasaran bulan-bulanan Bruno (Cody McClendon) di sekolahnya. Yang lebih parah, Tomtim sama sekali tidak memiliki keberanian untuk melawan dan seringkali menunggu untuk ‘diselamatkan’ dan dibela terlebih dahulu oleh teman perempuannya, Biru.

Tomtim bukanlah satu-satunya korban kejahilan dan kenakalan Bruno beserta tiga teman akrabnya, Jason (Patton Otlivio), Samuel (Nathan Carol) dan Erlangga (Jonathan Prasetyo). Di sekolahnya, keempat anak ini memang dikenal sebagai biang permasalahan. Merasa tidak tahan lagi melihat perlakuan Bruno dan teman-temannya, Biru akhirnya mengusulkan pada Amanda dan Tomtim untuk memanfaatkan sebuah proyek yang diberikan guru mereka, Miss Dewi (Becky Tumewu), untuk mengungkap semua seluruh tindak-tanduk kenakalan Bruno di sekolah. Biru, Amanda dan Tomtim memang dapat dengan mudah untuk merekam seluruh perbuatan nakal Bruno dan teman-temannya di sekolah. Namun, ketika mereka berusaha untuk memasuki kehidupan Bruno lebih mendalam, sebuah kenangan pahit yang telah lama disimpan oleh Bruno rapat-rapat pun akhirnya mulai terbuka.

Dengan tema anti bullying dan anti kekerasan yang ingin dibawakan film ini, Melissa Karim mampu memulai jalan cerita film ini dengan cukup baik. Pada awalnya memperkenalkan tiga karakter protagonis utama yang menjadi fokus jalan cerita film ini, bagaimana latar belakang kehidupan mereka serta bagaimana keseharian mereka dimulai, Langit Biru juga secara perlahan mulai memasukkan konflik yang dihadapi oleh Biru, Amanda dan Tomtim dengan Bruno dan teman-temannya. Dirangkai dalam sebuah jalinan cerita yang memiliki ikatan unsur hiburan yang kuat, serta semakin dipermanis dengan lagu-lagu yang terdengar cukup catchy dan ditampilkan dengan menggunakan tata koreografi yang menarik, bagian perkenalan awal penonton terhadap kisah awal Langit Biru harus diakui akan meninggalkan cukup banyak kesan.

Sayangnya, hal tersebut tidak begitu bertahan terlalu lama. Seiring dengan berjalannya cerita film ini, Langit Biru kemudian memperdalam lagi latar belakang kehidupan setiap karakter yang hadir di dalam jalan ceritanya. Semakin banyak intrik cerita dan semakin banyak kehadiran karakter-karakter pendukung. Secara perlahan, beberapa karakter yang tadinya hadir dalam porsi yang cukup banyak menghilang dan digantikan oleh kisah-kisah yang datang dari karakter pendukung. Disinilah pola penceritan Langit Biru terasa begitu terpecah. Masuknya beberapa plot cerita tambahan yang sama sekali tidak terkait dengan plot cerita utama – seperti keikutsertaan karakter adik Amanda, Brandon (Brandon De Angelo), dalam sebuah kontes menari yang ditampilkan secara panjang atau kisah romansa ramaja yang mulai tumbuh antara karakter Amanda dengan karakter Jason – juga membuat penceritaan Langit Biru terasa semakin bertele-tele.

Karakter-karakter anak yang terdapat di dalam jalan cerita Langit Biru diperankan oleh aktor dan aktris muda yang mungkin belum pernah atau masih minim mendalami dunia akting. Untungnya, di bawah pengarahan sutradara Lasja F. Susatyo, para aktor dan aktris muda tersebut tampil cukup maksimal, baik ketika berusaha untuk menghidupkan peran mereka, mengucapkan barisan-barisan dialog yang harus mereka ucapkan atau menampilkan koreografi dari lagu-lagu yang mereka tampilkan. Ratnakanya yang berperan sebagai Biru tampil dengan kemampuan akting yang paling maksimal ketika ia berhasil mengeksplorasi seluruh emosi yang harus dijalani karakter yang ia perankan. Pun begitu, beberapa kali masih terasa tercipta suasana awkward yang dapat dirasakan dalam permainan akting setiap aktor dan aktris muda tersebut, walaupun hal tersebut sama sekali tidak dapar dianggap sebagai sebuah masalah yang besar dan mengganggu. Departemen akting Langit Biru juga diperkuat oleh penampilan aktor dan aktris senior seperti Ari Wibowo, Donna Harun hingga Ira Duaty juga cukup mampu menambah kokoh kekuatan penampilan akting di film ini.

Tidak seperti kebanyakan film musikal anak Indonesia lainnya – yang terlihat kesulitan untuk menyeimbangkan antara penceritaan drama dan penceritaan musikal di dalam jalan ceritanya – Lasja F. Susatyo berhasil menampilkan elemen musikal pada Langit Biru dengan menarik dan dalam porsi yang cukup, tidak kurang dan tidak berlebihan. Lagu-lagu yang ditampilkan secara keseluruhan juga menarik, dan semakin terkesan catchy setelah ditampilkan dalam balutan koreografi yang handal. Kekurangan Langit Biru memang terletak pada naskah ceritanya yang bergerak semakin melebar seiring berjalannya cerita film ini. Hasilnya, dengan tema tunggal yang sebenarnya telah diemban semenjak awal, penceritaan Langit Biru malah berakhir dengan kesam bertele-tele. Pun begitu, Langit Biru masih cukup menarik untuk disimak, khususnya dengan adanya dukungan akting para pemerannya yang tidak mengecewakan serta kualitas tata produksi yang mampu menghasilkan tata gambar dan suara yang meyakinkan.

   Rating IMDB     :  5.0/10  (Detail IMDB)
   Tanggal Rilis    :  17 November 2011 (Indonesia)
   Kualitas Video  :  DVDrip (BAGUS)
   Bintang             :  Annisa Pinandita & Joko Anwar
   Genre               :  Drama | Musical
   Size                  :  500MB MKV  
 
Indowebster-DVDrip-500MB-MKV  : 
PASSWORD : oliphdhian
Download File
Torrent-HDRip-700MB-Avi  (Single File) : 
Download File
Mediafire Alternatif Link HDRip
----------------------------------------------
Jika Linknya Rusak 
atau bingung cara downloadnya 
informasikan Disini (Klik Disini)
----------------------------------------------
NOTE:
Terima Kasih
----------------------------------------------


Love is U (2012)

Kisah terbentuknya girlband Cherry Belle yang terdiri dari sembilan gadis. Film ini merangkum persoalan yang dihadapi masing-masing personel sejak girlband ini terbentuk. Untuk menjadi grup yang kompak dan harmonis, kesembilan gadis ini harus hidup bersama selama sebulan di sebuah rumah. Mereka tidak hanya belajar menari dan menyanyi, tapi juga belajar berteman.

Ada kisah Cherly dan ayahnya (Leo Lumanto), yang sudah tak pernah ia lihat sejak berusia lima tahun, tiba-tiba mengajak bertemu. Sejak ayah dan ibunya (Fifie Buntaran) berpisah, ia selalu menyalahkan dirinya sebagai penyebab perpisahan orang tuanya dan berpengaruh pada perkembangan kepribadiannya.
Ada masalah kesehatan Auryn, hingga tak bisa ikut latihan. Teman-temannya dikejar jadwal yang padat. Nyaris tak ada yang menemaninya selama ia demam tinggi. Dia merasa teman-temannya tidak ada yang peduli. Selalu ada persoalan yang harus dihadapi. Semakin banyak persoalan yang dihadapi, semakin besar kekompakan mereka.


   Rating IMDB     :  Info (Klik Disini) 
   Tanggal Rilis     :  29 Maret 2012 (Indonesia)
   Kualitas Video  :  DVDRIP (BAGUS) 
   Bintang           :  Cherrybelle
   Genre             :   Drama 
   Size               :  400MB Mkv
 

Indowebster-DVDrip-400Mb-MKV :
PASSWORD : oliphdhian
Download File
Torrent-DVDrip-1.4GB-Avi  (Single File) : 
Download File
----------------------------------------------
Jika Linknya Rusak 
atau bingung cara downloadnya 
informasikan Disini (Klik Disini)
 ----------------------------------------------

Lost in Papua (2011)

Dalam sebuah pernyataan yang dirilis sutradara Lost in Papua, Irham Acho Bachtiar, tertulis bahwa tujuan sederhana dari pembuatan Lost in Papua adalah “untuk menunjukkan keunikan dan kekayaan wisata budaya di Papua Selatan serta segala misterinya yang belum pernah Anda lihat.” Sebuah tujuan yang sangat mulia, tentu saja, mengeksplorasi keindahan alam luas Papua yang selama ini jarang disentuh oleh banyak pembuat film Indonesia. Tujuan yang mulia tersebut dilakukan Irham lewat film cerita, dan bukan dokumenter, dengan “kemasan yang dibuat lebih ringan dan bersifat hiburan dengan genre komersil, sehingga budaya yang disampaikan akan masuk ke anak anak muda yang sebelumnya tidak tertarik melihat budaya Indonesia.” Ringan? Hiburan? Komersil? Dengan apa yang dipaparkan Irham lewat film ini — yang berjalan dengan kisah yang semakin absurd ke penghujung filmnya, Lost in Papua lebih tepat digambarkan sebagai sebuah bencana berbentuk film yang diselimuti dengan keindahan alam Papua.

Salahkan hal tersebut pada penulis naskah film ini, Ace Arca dan Augit Prima, yang semenjak awal seperti tidak tahu apa yang harus dilakukan dengan jalan cerita film ini. Tidak sepenuhnya buruk, sebenarnya. Lost in Papua justru dimulai dengan sangat baik. Dibuka dengan adegan berunsur thriller yang melibatkan penampilan terbaik Edo Borne yang ia lakukan hanya selama 10 menit, Lost in Papua kemudian memperkenalkan penonton dengan karakter utama film ini, Nadia (Fanny Fabriana), yang ditugaskan oleh pemimpin perusahaannya, Pak Wijaya (Didi Petet), untuk berangkat ke Papua. Dan berbagai kelemahan film ini mulai terkuak satu persatu.

Pertama, sebelum memberikan penilaian buruk terhadap seluruh unsur pendukung film ini, mari memberikan selamat kepada Fanny Fabriana yang berhasil hingga penghujung film memberikan kemampuan akting yang sangat prima, terlepas dari berbagai adegan konyol dan tidak masuk akal yang ia lakukan. Saudara-saudara sekalian, jika Anda membutuhkan satu alasan untuk mengeluarkan uang dan menyaksikan Lost in Papua, maka Fanny Fabriana adalah alasan tersebut. Fanny berhasil memerankan sosok wanita yang kehilangan kekasihnya di awal film, berusaha untuk mencarinya di tengah-tengah hutan rimba yang kejam, berlari-lari menghindari kematian hingga harus melayani nafsu seorang kepala suku kanibal (yang berjenis kelamin wanita) dengan sangat anggun. Seluruh adegan tersebut melibatkan berbagai tampilan emosi dan Fanny mampu mengeluarkan setiap sisi emosi tersebut dengan sempurna. Bravo, Fanny!

Sekarang, mari kembali ke Lost in Papua secara keseluruhan. Seperti halnya Laskar Pelangi (2008) atau Denias, Senandung di atas Awan (2008), Irham Acho Bachtiar memutuskan untuk menggunakan pemeran pendukung dan figuran yang berasal dari tanah Papua untuk menjaga rasa orisinalitas jalan cerita film ini. Sayangnya, tidak seperti para sutradara dua film yang disebutkan sebelumnya, Irham masih belum memiliki kemampuan untuk mengeluarkan sisi akting terbaik dari para pemerannya yang notabene belum pernah terlibat dalam dunia peran sebelumnya. Hasilnya, banyak adegan yang seharusnya melibatkan permainan emosional yang mendalam menjadi terbuang begitu saja dan berjalan datar. Sangat datar.

Catatan: Nama Fauzi Baadilla sama sekali tidak disebut di sepanjang review karena ia tampil “sempurna” sebagai seorang “bajingan.” Hampir seperti tidak berusaha sama sekali. Tunggu, ia tampil dengan ekspresi yang sama di setiap adegan. Dan itu berhasil menghidupkan karakternya sebagai seorang “bajingan” dengan baik. Jika Anda tidak dapat menangkap nada sarkasme dalam kalimat tersebut maka mungkin akan lebih baik untuk menyebut Fauzi Baadilla sama sekali tidak berakting di sepanjang di film ini. Dia adalah seorang “bajingan” secara alami dan Anda akan membenci setiap kehadirannya di berbagai adegan di film ini.

   Rating IMDB     :  5.0/10  (Detail IMDB)
   Tanggal Rilis    :  10 Maret 2011 (Indonesia)
   Kualitas Video  :  DVDrip (BAGUS)
   Bintang             :  Fauzi Baadilla, Fanny Fabriani
   Genre               :  Drama | Thriller
   Size                  :  400MB MKV  
 
Indowebster-DVDrip-400MB-MKV  : 
PASSWORD : oliphdhian
Download File
Torrent-HDRip-700MB-Avi  (Single File) : 
Download File
Mediafire Alternatif Link HDRip
----------------------------------------------
Jika Linknya Rusak 
atau bingung cara downloadnya 
informasikan Disini (Klik Disini)
----------------------------------------------
NOTE:
Terima Kasih
----------------------------------------------

Lantai 13 (2007)

Panggilan kerja bagi Luna (Widi Mulia) adalah berita gembira, namun tidak akan berlangsung lama jika panggilan tersebut datang dari lantai 13 sebuah gedung perkantora. Bisikan pilu setiap menyebut lantai 13, suara rintihan di tangga darurat dan tangisan wanita di toilet hanyalah sebahagian dari kengerian yang ada. 

 Peristiwa setahun sebelumnya saat pembanguan gedung perkantoran tersebut berakibat fatal dan panjang. Apakah Luna sebagai kandidat korban ke 13 akan selamat? Dapatkah Rafael (Ariyo Wahab) sebagai kekasih Luna dapat menyelamatkan Luna dari bahaya?



 
    Pemain   : Widi Mulia, 
                   Ariyo Wahab, 
                   Virnie Ismail, 
                   Lucky Hakim, 
                   Tio Pakusadewo
    Genre    : Horror
    Country : Indonesia

Lihat Boleh, Pegang Jangan (2010)

Warung Bakso Goyang Lidah milik Bang Kimbul, sudah lama bersaing sengit dengan warung bakso di depannya, Joget Lidah, milik Ibu Umi. Keduanya tidak mau mengalah, saling beradu, siapa yang lebih ramai pengunjungnya. Adalah Udjo anak bang Kimbul, yang diam-diam mencintai Salma, putri ibu Umi. Namun sayangnya, salma sedang mabuk asmara pada Jay, seorang pria mentereng, lulusan luar negeri yang jago bahasa Inggris, yang nampaknya sangat tertarik pada bisnis Bakso milik Bu Umi. Di saat persaingan makin tajam hingga saling menjatuhkan dan mensabotase dengan berbagai cara. Tiba-tiba muncul warung bakso baru, SUPER DELICIOUS, yang mentereng interiornya, dengan fasilitas yang modern. Pemiliknya ternyata adalah Jay, yang diam-diam, selain mencuri ilmu, juga membajak Neneng, salah satu pegawai kepercayaan Ibu Umi yang jago membuat bakso Warung mereka tentu kalah bersaing. Salma yang marah dan kecewa karena dikhianati, mengamuk, hingga akhirnya dimasukkan dalam penjara. Salma memang mampu berhasil membuat bakso yang lezatnya bukan main, namun bagaimana caranya merebut pelanggan lama mereka yang sekarang telah beralih pada bakso lain? Bukan pekerjaan gampang tentunya, bahkan harus bersiap mengorbankan semua usaha yang telah mereka rintis selama ini.

    Lihat Boleh, Pegang Jangan (2010) 
  Rating IMDB     : Unknown
  Tanggal Rilis     : 8 Sep (2010)
  Kualitas Video :  VCDRip (Bagus)
  Bintang                :  Dewi Persik
  Genre                   :  Romance
  Size                       : 500 Mb Mkv 
 




Download File


Mediafire-DVDRip-500Mb-Mkv  (3 Part) :
Download FileDownload FileDownload File







 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Kumpulan Film Bioskop - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger