Latest Movie :
Recent Movies
Tampilkan postingan dengan label K. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label K. Tampilkan semua postingan

Keumala (2012)

Dikenal sebagai seorang editor bagi sederetan film Indonesia seperti Denias, Senandung di Atas Awan (2006), Under the Tree (2008) dan Hari Untuk Amanda (2010) – yang berhasil memberikannya nominasi Penata Gambar Terbaik di ajang Festival Film Indonesia – Andhy Pulung mencoba untuk menguji kemampuannya dalam memimpin langsung proses produksi sebuah film dengan menjadi sutradara bagi film Keumala. Dengan naskah cerita yang ditulis oleh Dirmawan Hatta (The Mirror Never Lies, 2011), Keumala mencoba untuk menawarkan romantisme sebuah kisah cinta remaja lewat deretan dialog puitis yang terjalin di dalam jalan ceritanya. Ritme ceritanya yang lamban mungkin akan menjadi masalah bagi beberapa orang. Namun dengan Keumala, Andhy mampu menunjukkan bahwa ia dapat menjaga stabilitas kisah yang ia hantarkan dengan cukup baik dan membuat kisah cinta yang sebenarnya sederhana hadir dengan makna yang lebih mendalam.

Keumala mengisahkan cerita romansa yang terbentuk antara dua karakter yang memiliki latar belakang kepribadian yang begitu berbeda. Keumala (Nadia Vega) adalah seorang penulis yang cukup populer namun dengan ego dan keangkuhan diri yang begitu besar. Keangkuhan tersebut mendapatkan ujian yang begitu besar ketika dirinya bertemu dengan Langit (Abimana Arya), seorang fotografer dengan sifat yang tak kalah angkuhnya, dalam sebuah perjalanan laut dari Jakarta menuju Medan. Perkenalan mereka berawal dari perebutan lokasi yang terjadi antara keduanya dalam memperoleh lokasi terbaik untuk menangkap suasana senja – Keumala berusaha menangkapnya dengan sketsa gambar yang ia hasilkan, sementara Langit bersiap menangkap momen tersebut dengan kamera yang selalu ia bawa dimanapun ia berada. Begitu saling membenci pada awalnya, namun pada akhirnya keduanya saling menyukai satu sama lain… walau tidak pernah menyatakan perasaan mereka secara langsung.

Untung tak dapat diraih, malang tak dapat ditolak. Keumala yang semenjak lama telah didiagnosa sedang menderita Retinitis pigmentosa, sebuah penyakit yang lama-kelamaan akan membawakan kebutaan pada penderitanya, memilih untuk meninggalkan Langit karena tidak mau pria tersebut tahu mengenai kondisinya. Keumala kemudian memilih untuk mengasingkan diri dari dunia luar dan tinggal sendiri di sebuah cottage yang terletak di wilayah pinggiran laut Sabang, Nanggroe Aceh Darussalam. Lewat bantuan seorang gadis kecil bernama Inong (Shilla Vaqa Ismi), Keumala kemudian berkenalan dengan seorang peneliti bernama Arthur. Berbeda dengan Keumala yang kini berada dalam kondisi buta, Arthur terlahir dalam kondisi bisu. Secara perlahan, keduanya mulai saling mendekat, dan melengkapi satu sama lain.

Tantangan dalam penceritaan Keumala tentu saja adalah bagaimana agar deretan dialog yang mengandung jutaan kata bernuansa puitis yang terkandung dalam jalan cerita film ini mampu terdengar wajar, tidak berlebihan maupun terdengar tidak masuk akal untuk diungkapkan dalam dialog yang mengalir antara kedua karakter utamanya. Tidak selalu berhasil, sayangnya. Pada beberapa bagian, dialog-dialog puitis tersebut mampu melaksanakan tugasnya untuk menghasilkan atmosfer romansa yang kuat bagi jalan cerita Keumala, khususnya ketika dua karakter utamanya sedang berada dalam satu adegan yang sama. Namun pada beberapa bagian, ditambah dengan adegan-adegan yang kurang tergarap dengan kuat, dialog-dialog puitis tersebut justru membuat Keumala menjadi bertele-tele dalam penceritaannya.

Dengan durasi jalan cerita yang berjalan selama 104 menit, Keumala sayangnya tidak mampu menghadirkan momen yang benar-benar dapat tampil lugas dalam penyampaian sisi emosional ceritanya. Tentu, beberapa momen melankolis berhasil dihadirkan oleh Andhy Pulung lewat penjagaan stabilitas ritme kisah yang cukup rapi. Namun, karakterisasi yang sedikit terbatas membuat deretan kisah yang hadir dalam film ini seringkali terasa lamban dan mengganggu. Pemilihan ending cerita juga terkesan dapat mudah ditebak dan semakin terasa kurang mengesankan karena cara eksekusinya yang kurang mampu hadir secara menyeluruh.

Memanfaatkan latar belakang alam kota Sabang yang indah, tata sinematografi dari Keumala hadir menjadi salah satu unsur kunci terkuat dalam penceritaan film ini. Penampilan akting yang diberikan jajaran pengisi departemen akting film ini juga tidak mengecewakan. Terlepas dari karakter-karakter yang mereka perankan sedikit kurang mampu tampil simpatik, Nadia Vega dan Abimana Arya mampu memberikan kinerja terbaik dalam menghidupkan peran mereka. Begitu pula dengan Shilla Vaqa Ismi dan Cut Yanti yang memberikan penampilan pendukung yang cukup kuat walaupun karakter yang mereka perankan harus hadir tanpa kedalaman karakterisasi yang berarti.

Masih merupakan sebuah kisah romansa yang mencoba tampil menyentuh dengan kisah melankolias yang dihadirkan dalam jalinan naskah ceritanya, Keumala sedikit tampil berbeda dengan kehadiran dialog-dialog nan puitis yang menghiasi setiap baris kalimat yang dituturkan para karakter di film ini. Untungnya, porsi puitis dalam naskah cerita film ini mampu dihadirkan secara wajar, hingga sama sekali tidak (baca: belum) terasa mengganggu. Terlepas dari jalan ceritanya yang sedikit terasa lamban dan terseret-seret, khususnya di bagian pertengahan film, tata sinematografi dan akting dua aktor utama Keumala membuat film ini masih cukup layak untuk dinikmati.

   Rating IMDB     :  0.0/10  (Detail IMDB)
   Tanggal Rilis    :  1 March 2012 (Indonesia)
   Kualitas Video  :  VCDrip (BAGUS)
   Bintang             :  Nadia Vega, Abimana Aryasatya
   Genre               :  Drama
   Size                  :  400MB MKV  
 
Indowebster-VCDrip-400MB-MKV  : 
PASSWORD : oliphdhian
Download File
Torrent-HDRip-700MB-Avi  (Single File) : 
Download File
Mediafire Alternatif Link HDRip: 
----------------------------------------------
Jika Linknya Rusak 
atau bingung cara downloadnya 
informasikan Disini (Klik Disini)
----------------------------------------------
NOTE:
Terima Kasih
----------------------------------------------


Dead Time: Kala (2007)

Eros (Ario Bayu) adalah seorang polisi yang tengah menyelidiki kasus pembakaran terhadap 5 orang yang menewaskan kelimanya secara mengenaskan. Diluar kehidupannya sebagai polisi, Eros adalah seorang homoseksual. Sementara itu seorang wartawan bernama Janus (Fachri Albar) juga tengah menyelidiki kasus tersebut. Janus sendiri menderita penyakit narkolepsi yang membuatnya mudah sekali tiba-tiba tertidur apabila emosinya sedang memuncak misal terlalu panik, antusias ataupun marah. Hal itu jugalah yang membuat sang istri, Sari (Shanty) menggugat cerai Janus karena dia merasa sang suami tidak bisa memenuhi nafkah batinnya karena setiap akan berhubungan Janus selalu tiba-tiba tertidur. Janus yang masih menyelidiki k`sus kematian 5 orang tersebut secara diam-diam meletakkan tape recorder dalam pot di kamar mayat dimana salah seorang istri korban ada disitu dan menolak diwawancara.

Tidak lama kemudian istri korban tersebut tewas tertabrak dan dilindas mobil tepat didepan mata Janus. Yang lebih aneh lagi, saat Janus mengambil tape recorder miliknya, dia menemukan rekaman suara wanita tersebut. Wanita itu mengatakan hal yang tidak dimengerti Janus yang intinya adalah menunjukkan lokasi sebuah tempat bernama "Bukit Bendonowongso". Yang lebih aneh dan mengerikan lagi, semua orang yang mendengar rekaman itu dan mengetahui lokasi tersebut akan mati secara mengenaskan. Ternyata baru diketahui kalau lokasi itu menunjukkan tempat penyimpanan harta karun miik Presiden pertama. Dan ternyata selain Janus dan Eros ada pihak lain yang ikut serta dalam perburuan harta karun tersebut.

Joko Anwar memang paling berani bereksperimen. Lihat saja cerita dan nuansa dalam film ini yang tentunya tidak akan ditemui di film Indonesia lain atau setidaknya di film garapan sutradara lainnya. Sisi teknis khususnya sinematografi film ini begitu berani menampilkan nuansa yang berbeda dan sangat pantas disebut sebagai film noir pertama di Indonesia. Dengan berani film ini menampilkan setting di negeri antah berantah. Setting lokasinya memang sebenarnya tidak sulit ditebak, tapi tata artistik film ini mampu membuat seolah lokasi-lokasi dalam film ini bukanlah di Indonesia. Lalu penggunaan tata cahaya dan teknik sinematografi yang sangat film noir makin memantapkan film yang punya judul lain Dead Time: Kala ini sebagai salah satu film dengan sinematografi terbaik yang pernah dimiliki Indonesia.

Tapi apakah film dengan sinematografi luar biasa ini diikuti dengan cerita yang mumpuni? Cerita yang ditulis Joko Anwar sama beraninya dengan gaya penyutradaraan dan sinematografinya yang eksperimental. Dasar cerita yang dia tulis cukup berani dengan berlokasi di negeri antah berantah tapi sebenarnya sangatlah Indonesia, Joko Anwar coba memasukkan berbagai unsur termasuk sindiran terhadap Indonesia dan yang utama adalah mengenai perburuan harta yang dibalut dengan ramalan Jayabaya. Dengan genre fantasi dan setting di negeri antah berantah memang bisa menutupi berbagai hal yang diluar logika yang banyak terjadi di film ini. Tapi harus diakui juga bahwa Joko Anwar terlalu mementingkan gaya sehingga ceritanya sendiri agak terasa kedodoran. Beberapa hal terasa janggal karena eksekuisnya yang kurang maksimal seperti mengenai kutukan yang merenggut nyawa. Bagaimana awalnya kutukan itu bisa terjadi? Apa sebenarnya makhluk yang muncul tiap kali akan ada orang yang terbunuh itu? Saya juga tidak menemukan film ini bisa mengikat saya karena karakternya sendiri tidak menarik buat saya.

Mengenai ramalan dan konklusinya saya sendiri merasakan hal yang bisa dibilang lucu kalau tidak mau diaktakan konyol. Sang penidur yang diartikan sebagai orang yang kena penyakit tidur? Saya tidak tahu pasti apakah ramalan Jayabaya yang dipakai di film ini memang benar ada disalah satu ramalan Jayabaya atau hanya karangan tapi yang jelas tafsiran untuk hal itu terlalu naif. Kemudian sang "ratu adil" yang muncul buat saya justru lebih menarik. Seperti yang saya bilang bahwa meski di negeri antah berantah, tapi sangat jelas bahwa negeri di film ini adalah alternate universe bagi Indonesia. Dan apa jadinya jika sang ratu adil adalah seorang homoseksual yang seringkali direndahkan di negeri ini? Ide yang menarik hanya saja tidak ada penjelasan mengapa bisa dia yang menjadi ratu adil menginagt tidak ada hal spesial yang telah dia lakukan sebelumnya.

Tapi yah meski di ceritanya kedodoran dalam eksekusi, tapi dasar idenya tetaplah menarik. Berbagai sindiran untuk negeri ini jelas sangat terasa seperti aksi anarkis, isu politik, lalu sosok orang di pemerintahan yang digambarkan mau melakukan apa saja demi harta, dan masih banyak hal lainnya. Secara keseluruhan film ini punya tata sinematografi dan artistik yang sangat bagus, ide cerita yang juga kreatif, hanya saja Joko Anwar terlihat terlalu asyik bergaya dalam filmnya dan memang itu berhasil membuat keunikan tersendiri. Tapi akan lebih baik lagi jika berikutnya dia lebih memaksimalkan penggarapan ceritanya. Masih banyak lubang yang meninggalkan pertanyaan tidak perlu. Saya jelas akan menunggu 2 film terbarunya yang akan rilis tahun ini, Modus Anomali dan Impetigore.

   Rating IMDB     :  7.2/10  (Detail IMDB)
   Tanggal Rilis    :  19 April 2007 (Indonesia)
   Kualitas Video  :  DVDRip (BAGUS)
   Bintang             :  Fachry Albar, Ario Bayu
   Genre               :  Crime | Fantasy | Thriller
   Size                  :  400MB MKV  
 
Indowebster-DVDrip-400MB-MKV  : 
PASSWORD : oliphdhian
Download File
Torrent-HDRip-700MB-Avi  (Single File) : 
Download File
Mediafire Alternatif Link HDRip: 
----------------------------------------------
Jika Linknya Rusak 
atau bingung cara downloadnya 
informasikan Disini (Klik Disini)
----------------------------------------------
NOTE:
Terima Kasih
----------------------------------------------


Kungfu Pocong Perawan (2012)

Di sebuah perguruan Singa Putih tinggallah kakak pertama, Boh Siaw, bersama Boh Lam, Ang Pao, Gurunya, dan gadis perawannya, Mey Mey. Suatu hari, Boh Siaw diperintahkan gurunya untuk mengambil kitab suci. Setelah melakukan perjalanan tersebut, baru dirinya bisa meminang gadis perawannya tersebut. Akhirnya, Boh Siaw mengajak Ang Pao untuk menemani dirinya mencari kitab suci tersebut. Selama perjalanan, mereka dihantui oleh makhluk halus hingga pada akhirnya mereka berdua pun mengalami kecelakaan dan berubah menjadi pocong. Lalu bagaimana kisah selanjutnya?

Merasa tidak asing dengan poster film ini? Hmm yak pasti langsung teringat dengan film Kungfu Panda. Bedanya di poster film bung KKD kali ini dihiasi dengan 2 pocong. Belum lagi kalau kalian menyaksikan film ini secara keseluruhan, akan banyak adegan yang dicomot atau dijiplak dan dibuat dalam satu adegan di film ini. Saran gue sih lebih baik baca review gue aja daripada menonton film ini di bioskop.. Bukannya tidak mau mengapresiasi film-film Indonesia untuk ditonton di bioskop ya tapi kalau buruk lebih baca review dari penonton yang setia dengan tipe-tipe film tersebut. Sayang looh buang-buang duit, apalagi sekarang HTM bioskop sudah mahal.

Kungfu Pocong Perawan bisa dibilang film terbaik KKD dari segi sinematografi. Sumpah. Gueh. Gak. Bohong. Gambar di sepanjang 77 menit film ini jernih dan enak dipandang mata. Bisa dibilang KKD menggembleng habis-habisan DOP di film terbarunya kali ini. Namun sayang sekali, terbaik itu hanya terdapat di sisi sinematografi saja, sisanya? Hmm jauh dari kata cukup baik ataupun menarik untuk ditonton di bioskop.

Kalau dari masalah si pocong bisa berantem dengan manusia, itu sih gue masih bisa maklumi ya. Tapi kalau tidak lucu dan ujungnya garing bin membosankan rasanya aneh saja ya ada adegan tersebut. Akhir kata, film Kungfu Pocong Perawan adalah film Vividsm pertama di bulan April yang akan menghantui bulan April di bioskop kesayangan anda sebelum hadirnya Kuntilanak-Kuntilanak dan NENEK GAYUNG minggu depan.



   Rating IMDB     :  0.0/10  (Detail IMDB)
   Tanggal Rilis    :  12 April 2012 (Indonesia)
   Kualitas Video  :  VCDrip (BAGUS)
   Bintang             :  Olga Syahputra, Jessica Iskandar
   Genre               :  Comedy
   Size                  :  400MB MKV  
 
Indowebster-VCDrip-400MB-MKV  : 
PASSWORD : oliphdhian
Download File
Torrent-HDRip-700MB-Avi  (Single File) : 
Download File
Mediafire Alternatif Link HDRip: 
----------------------------------------------
Jika Linknya Rusak 
atau bingung cara downloadnya 
informasikan Disini (Klik Disini)
----------------------------------------------
NOTE:
Terima Kasih
----------------------------------------------


Kakek Cangkul (2012)

Setelah Nenek Gayung, kini datang Kakek Cangkul. Siapa sebenarnya Kakek Cangkul?

Dikisahkan, Kakek Cangkul itu adalah suami dari Nenek Gayung. Ketika meninggal, jasad Kakek Cangkul tidak sempat dikuburkan dengan layak. Adalah Duta (Zaky Zimah), Coki (Rizky Mocil), Danu (Zidni Adam) dan dua gadis cantik Thalia (Herfiza Novianti) dan Miki (Febriyane Ferdzilla) yang harus berhadapan dengan Kakek Cangkul yang marah menuntut kuburnya.

Bagaimana mereka menyelesaikan permasalahan ini, sebelum bencana yang lebih besar lagi datang?

  

   Rating IMDB     :  Info (Klik Disini) 
   Tanggal Rilis     :  24 Mei 2012 (Indonesia)
   Kualitas Video  :  DVDRIP (BAGUS) 
   Bintang           :  Herfiza Novianti, Rizky Mocil
   Genre             :   Comedy, Horror
   Size               :  400MB Mkv
 


Indowebster-DVDrip-400Mb-MKV :
PASSWORD : oliphdhian
Download File
Torrent-DVDrip-1.4GB-Avi  (Single File) : 
Download File
----------------------------------------------
Jika Linknya Rusak 
atau bingung cara downloadnya 
informasikan Disini (Klik Disini)
 ----------------------------------------------

Kita Vs Korupsi (2012)

Kita Versus Korupsi adalah sebuah film omnibus, yang berdasarkan judul yang digunakan oleh film ini, menceritakan mengenai berbagai hal yang menyinggung mengenai tindak kasus korupsi – sebuah penyakit sosial dan hukum yang saat ini sedang mewabah dengan begitu hebatnya di kalangan masyarakat Indonesia. Namun, mungkin akan jauh dari bayangan banyak orang, Kita Versus Korupsi tidaklah berniat untuk bercerita secara investigatif mengenai proses perlawanan terhadap kasus-kasus besar korupsi di negeri ini. Empat film pendek yang ada dalam satuan Kita Versus Korupsi lebih ingin menunjukkan bagaimana sebenarnya sebuah tindakan korupsi sebenarnya dapat berada di berbagai sudut kehidupan keseharian penontonnya.

Kita Versus Korupsi dibuka dengan film pendek arahan Emil Heradi yang berjudul Rumah Perkara. Dengan latar belakang suasana daerah pinggiran perkotaan, film pendek ini berkisah mengenai seorang lurah yang bernama Yatna (Teuku Rifnu Wikana) yang mengkhianati kepercayaan desa yang ia pimpin dengan membantu proses penggusuran rumah warga untuk sebuah proyek real estate. Sebuah kisah drama komedi romansa dihadirkan oleh Lasja F. Susatyo lewat Aku Padamu yang berkisah mengenai hubungan asmara yang terjalin antara Vano (Nicholas Saputra) dan Laras (Revalina S. Temat). Hubungan asmara tersebut tidak disetujui oleh orangtua Laras. Karenanya, Vano lantas mengajak Laras untuk kawin lari. Sayangnya, ketiadaan kartu keluarga justru menghalangi niat tersebut. Sebuah godaan yang datang dari seorang calo (Norman Akyuwen) justru membawa memori laras kembali ke masa kecilnya tentang gurunya yang bernama Arwoko (Ringgo Agus Rahman) yang menjadi korban sistem pendidikan yang tidak adil.

Diarahkan oleh Ine Febriyanti, film pendek ketiga yang berjudul Selamat Siang, Risa! berlatarbelakang waktu di tahun ’70-an. Seorang pria bernama Arwoko (Tora Sudiro) bekerja sebagai seorang mandor gudang dengan sikap tegasnya yang jujur dan anti berbuat curang. Namun, sikapnya tersebut kemudian mendapatkan ujian ketika salah seorang anaknya sedang menderita penyakit parah sementara ia dan istrinya, Niken (Dominique) sama sekali tidak memiliki uang. Kisah terakhir yang dihadirkan dalam Kita Versus Korupsi adalah film pendek Chairun Nissa yang berjudul Psssttt… Jangan Bilang Siapa-Siapa. Film pendek ini berkisah mengenai penelusuran seorang siswi sekolah mengenah atas, Gita (Alexandra Natasha), terhadap mudahnya pembiaran tindakan korupsi yang telah dimulai dari lingkungan keluarga.

Jangan salah. Walau tidak dirilis secara luas di layar lebar dan hanya dirilis secara terbatas dengan memutarkannya melalui rangkaian roadshow yang digelar dari kota ke kota di Indonesia, Kita Versus Korupsi mungkin adalah film omnibus terbaik yang pernah dirilis hingga saat ini. Empat sutradara dari empat film pendek yang terdapat dalam Kita Versus Korupsi mampu dengan tegas menunjukkan bagaimana pemanfaatan waktu yang singkat untuk menghantarkan sebuah kisah dengan tema penceritaan dan pesan yang mendalam. Bahkan, yang lebih mengesankan lagi, empat film pendek dalam Kita Versus Korupsi tetap mampu memberikan elemen sentuhan hati dalam kisahnya – sesuatu yang banyak dilupakan para pembuat film pendek dalam berbagai film omnibus yang kebanyakan hanya mengandalkan premis dan jalan cerita yang mengandung kejutan atau adegan berdarah.

Pemilihan untuk menghadirkan narasi kisah bertema kasus korupsi dari berbagai sisi kehidupan yang lebih familiar memang mampu menjadi kekuatan tersendiri bagi Kita Versus Korupsi. Keempat film pendek dalam Kita Versus Korupsi sama sekali tidak pernah memberikan tudingan atau hujatan pada sebuah tindakan korupsi. Pendekatan yang dilakukan setiap kisah yang hadir dilakukan secara positif yakni dengan menunjukkan bahwa sebuah tindakan korupsi justru akan secara perlahan memberikan dampak negatif pada sang pelaku maupun orang-orang yang berada di dekatnya. Kita Versus Korupsi juga lebih memberikan ruang kepada para penontonnya untuk mencerna dan memahami apa dampak korupsi itu sendiri daripada hanya sekedar mengajak mereka untuk menghujat para pelaku korupsi.

Selain disutradarai oleh orang-orang yang tahu betul bagaimana cara bercerita dengan baik dan benar, keempat film pendek dalam Kita Versus Korupsi juga hadir semakin kuat berkat penampilan pengisi departemen akting film ini. Beberapa diantaranya tampil dengan mengesankan: Nicholas Saputra dan Revalina S. Temat mampu menghasilkan chemistry yang sangat erat dan meyakinkan pada Aku Padamu. Sementara itu, penampilan apik Ringgo Agus Rahman dan Tora Sudiro mampu membuktikan bahwa mereka dapat saja bermain dramatis secara meyakinkan jika mereka mau – dan berada dalam arahan sutradara yang tepat. Dari sisi teknis, keempat film pendek dalam Kita Versus Korupsi juga tampil dalam kualitas yang memuaskan.

Sangat menyenangkan untuk menyaksikan sebuah film omnibus seperti Kita Versus Korupsi, dimana penonton kemungkinan besar akan kesulitan untuk memilih film pendek favorit mereka karena keempat film pendek yang hadir dalam Kita Versus Korupsi tampil sejajar dalam kualitas penceritaan dan penampilan yang memuaskan. Dengan rangkaian cerita yang sederhana, namun disajikan dengan begitu kuat, kualitas teknis yang tidak mengecewakan sekaligus didukung dengan penampilan para jajaran pengisi departemen akting yang begitu mampu dalam menghidupkan setiap karakter yang mereka perankan, Kita Versus Korupsi adalah film omnibus terbaik yang mampu dihasilkan industri film Indonesia hingga saat ini.
(Amir Syarif Siregar)

   Rating IMDB     : Info  (Detail IMDB)
   Tanggal Rilis    :  26 Januari 2012 (Indonesia)
   Jualitas Video  :  DvRip (BAGUS)
   Bintang             :  Teuku Rifnu Wikana, Ranggani Puspandya
   Genre               :  Drama
   Size                  :  400MB MKV, 700MB Avi
  
 
Indowebster-DVDRip-400MB-MKV  : 
PASSWORD : oliphdhian
Download File
Torrent-DVDRip-700MB-Avi  (Single File) : 
Download File
----------------------------------------------
Jika Linknya Rusak 
atau bingung cara downloadnya 
informasikan Disini (Klik Disini)
----------------------------------------------
NOTE:
Terima Kasih
----------------------------------------------

Kalung Jelangkung (2011)

Kalung Jelangkung adalah sebuah film horor layar lebar Indonesia dan disutradarai oleh Koya Pagayo. Film ini akan dibintangi oleh Zaky Zimah, Soraya Larasati, Ghea D’Syawal, Rozi Mahali, Yessa Iona Gaffar, Reymon Knulloh, Munajat Raditya. Film ini menceritakan tentang Kiki dan beberapa temannya yang berencana untuk pergi ke sebuah perkampungan untuk mengisi liburan mereka dimana mereka bebas untuk melakukan apa saja.

Suatu hari, Kiki bersama teman-temannya usil untuk mengadakan permainan jelangkung di sebuah bangunan tua. Berniat hanya untuk main-main saja berujung pada kesulitan, ketika Jelangkung yang mereka mainkan tiba-tiba bergerak dan bersuara dengan keras sambil menyebut namanya. Hantu yang masuk ke jelangkung tersebut mengaku bernama Yanti, ia adalah seorang gadis yang terbunuh oleh pacarnya yang tidak bertanggung jawab atas kehamilannya.

Mereka sontak melarikan diri karena panik dan takut. Di perjalanan menuju tempat penginapan, Kiki ditakut-takuti dengan kejadian tadi. Mereka mengerjai Kiki dengan meninggalkannya sendirian, hingga akhirnya Kiki malah tersesat ke sebuah kuburan. Di kuburan itu, Kiki menemukan sebuah kalung dan kemudian ia memakai kalung tersebut. Liburan telah usai, Kiki bersama temannya kembali ke Jakarta. Namun, seusai tiba di Jakarta, Kiki langsung jatuh sakit dan selalu mengigau menyebut nama Yanti, roh yang masuk pada Jelangkung itu.

Semua dokter terbaik dipanggil namun tak satu pun yang bisa menemukan penyakit Kiki. Akhirnya mereka meminta jasa seorang dukun. Ternyata sang dukun pun kesulitan untuk menyembuhkan Kiki. Kiki minta diantar ke kuburan yang ada di kampung. Sesampai di sana, Kiki sadar setelah ia mengembalikan kalung tersebut. Sebaliknya dukun justru yang kerasukan. Salah satu kawan Kiki, Benny, mengambil kalung yang sudah dikembalikan Kiki di atas kuburan, juga ikut kerasukan. Roh Yanti masuk kedalam tubuh Benny.

   Rating IMDB     :  0.0/10  (Detail IMDB)
   Tanggal Rilis    :  (Indonesia)
   Kualitas Video  :  DVDrip (BAGUS)
   Bintang             :  Zaky Zimah, Soraya Larasati
   Genre               :  Horror | Comedy
   Size                  :  400MB MKV  
 
Indowebster-DVDrip-400MB-MKV  : 
PASSWORD : oliphdhian
Download File
Torrent-HDRip-700MB-Avi  (Single File) : 
Download File
Mediafire Alternatif Link HDRip: 
----------------------------------------------
Jika Linknya Rusak 
atau bingung cara downloadnya 
informasikan Disini (Klik Disini)
----------------------------------------------
NOTE:
Terima Kasih
----------------------------------------------

Keranda Kuntilanak (2011)

Cerita bermula dari sekumpulan anak-anak kost yang tinggal dalam satu rumah. Abby, Ikke, DJ dan Jereng merasa sesuatu yang aneh dengan hilangnya salah satu teman kost mereka, Leni. Abby tidak sengaja mendengar suara rintihan dari dalam kamar Leni, begitu pula dengan DJ yang juga mendengar suara isak tangis bayi di dalamnya. Cody yang merupakan pacar dari Ikke pun diganggu oleh sosok kuntilanak di rumah kost tersebut. Begitu pula dengan Steffan yang merupakan pacar Abby pun dikerjain oleh sosok kuntilanak yang misterius tersebut. Sampai suatu hari pun kedatangan adik Abby, Tasya, pun membuat sosok kuntilanak tersebut semakin merajalela.

Rapi Film sepertinya tidak akan pernah habisnya membuat sebuah film yang dengan unsur komedi horror di tahun 2011 ini. Bisa dibilang hampir semua jenis pocong-pocongan sudah dibahas oleh Rapi hingga September 2011. Dan sekarang dia kembali beraksi dengan teman si pocong yaitu Kuntilanak. Pemainnya pun tidak jauh-jauh dengan sebelumnya, kalau gak Azis Gagap atau Zacky Zimah. Namun di film Keranda Kuntilanak kali ini, Zacky Zimah lah yang beruntung dipilih oleh Koya Pagayo untuk bermain di filmnya. Lalu bagaimanakah hasilnya film ini bersama cowo berkulit cokelat ini? Simak review curhatan josep berikut ini tentang film Keranda Kuntilanak.

Sepertinya gue tidak akan lama-lama atau panjang-panjang mereview film Om Koya Pagayo kali ini. Plot cerita yang diberikan pun sama persis dengan gaya beliau. Dimana di awal film penonton diberikan cerita yang menunjukkan kedejavuan para pemain disini dan baru di akhir cerita diceritakan secara singkat (kira-kira 5 menit) untuk menjelaskan maksud cerita sebenarnya yang berdurasi hampir 80 menit ini. Selama 75 menit pun penonton akan dibawa mengikuti perjalanan Kuntilanak yang tidak tahu nasib jelasnya sebagai kaum dunia lain.

Judul Keranda Kuntilanak pun ibarat kata Cuma sebagai tempelan belaka saja. Hubungan judul dengan cerita pun hanya ditampilkan 1 menit saja, belum lagi itu pun hanya sebatas khayalan dari salah satu pemain saja. Selanjutnya “Keranda” pun seperti dianaktirikan oleh Kuntilanak karena penampilan dirinya yang super gaul disini dengan rambut baru di highlight berwarna merah pun menjadi eksis di film ini. Para pemain disini bisa dibilang tidak semuanya pemain lama, karena bisa dibilang ada 3 nama yang sepertinya baru terperangkap dengan Om Koya Pagayo. Dan mereka sepertinya harus siap sedia dengan “kontrak film” yang akan diberikan selanjutnya dengan tema begini-begini saja. Sebut saja, Steffan Williams, yng awalnya dikenal dengan pemain sinetron Arti Sahabat kali ini mencoba mencicipi dunia perfilman.

Selain itu juga ada, Fiona Fachry yang berawal dari kontes model majalah remaja kini mengawali karir perfilmannya di film Keranda Kuntilanak. Dan terakhir sepertinya Anastasya Octavian, walaupun mukanya cukup familiar tapi entah kenapa gue merasa mukanya disini seperti bintang baru Koya Pagayo seperti 2 nama sebelumnya. Menurut berita yang gue dapat sih, katanya Sunil Samtani sendiri memang mengakui bahwa pendapatan dari film berbau kuntilnak dan pocong lebih laku untuk saat ini. Akan tetapi tenang saja, karena beliau sendiri mengutarakan tahun ini akan memproduksi 3 film yang benar-benar dibuat dengan serius. Ya kalau memang beliau mengatakan begitu, rasanya cukup wajar saja kalau kita sebagai penonton tetap menghargai produksi-produksi beliau sampai saat ini yang seperti itu. Ya siapa tahu buat pencarian modal di 3 film terbarunya nanti. So, tunggu aja aksi selanjutnya!

   Rating IMDB     :  0.0/10  (Detail IMDB)
   Tangfal Rilis    :  22 September 2011 (Indonesia)
   Kualitas Video  :  DVDrip (BAGUS)
   Bintang             :  Anastasya Octavian, Fiona Fachry
   Genre               :  Horror | Comedy
   Size                  :  400MB MKV  
 
Indowebster-DVDrip-400MB-MKV  : 
PASSWORD : oliphdhian
Download File
Torrent-HDRip-700MB-Avi  (Single File) : 
Download File
Mediafire Alternatif Link HDRip: 
----------------------------------------------
Jika Linknya Rusak 
atau bingung cara downloadnya 
informasikan Disini (Klik Disini)
----------------------------------------------
NOTE:
Terima Kasih
----------------------------------------------

Kehormatan di Balik Kerudung (2011)

Akrab dengan nama Tya Subiakto Satrio? Mereka yang gemar menyaksikan film Indonesia tentu saja akrab dengan nama komposer wanita yang banyak mengisi tata musik film-film Indonesia ini. Kehormatan di Balik Kerudung sendiri tidak hanya menempatkan nama Tya Subiakto Satrio sebagai seorang penata musik. Tya bahkan melangkah sangat jauh dan duduk sebagai seorang sutradara film! Entahlah. Mungkin bagi Tya, sudah saatnya segudang pengalaman yang ia dapatkan dari banyak sutradara selama menjadi penata musik puluhan film Indonesia diaplikasikan secara langsung dengan ia menjadi seorang pemimpin produksi sebuah film. Entahlah. Namun, melihat hasil yang ia capai melalui Kehormatan di Balik Kerudung sendiri, Tya seharusnya sadar untuk tidak terlalu terlena dengan posisi barunya dan lebih baik memilih kembali untuk berkonsentrasi di profesi lamanya.

Naskah cerita Di Balik Kehormatan Kerudung yang diadaptasi oleh Amalia Putri dari novel berjudul sama karya Ma’mun Affany sendiri berkisah mengenai kisah percintaan yang mendayu-dayu antara Syahdu (Donita) dan Ifand (Andhika Pratama). Pertama kali bertemu dalam sebuah pertemuan yang tidak disengaja di sebuah terminal kereta api, Syahdu yang sebelumnya pernah begitu sakit hati akibat hubungan cinta yang tidak berjalan dengan lancar antara dirinya dengan salah seorang mantan kekasihnya, segera menemukan dirinya kembali terperangkap dalam jeratan cinta setelah dirinya kembali bertemu dengan Ifand di kampung kakeknya di Pekalongan, Jawa Tengah. Syahdu sendiri bukanlah satu-satunya wanita di Pekalongan yang merasa tertarik dengan Ifand. Ada juga Sofia (Ussy Sulistiawaty) yang semenjak lama memendam perasaan suka yang mendalam pada Ifand namun tidak penah menemukan keberanian untuk mengungkapkan dan menunjukkan  secara langsung.

Syahdu dan Ifand sendiri sempat saling menyukai satu sama lain, walaupun kemudian harus berakhir setelah Syahdu terpaksa menikahi seorang pria lain akibat himpitan ekonomi. Menderita batin ditinggal Syahdu, Ifand kemudian meminta kepada ibunya agar ia dicarikan seorang calon istri, yang akhirnya justru membuka jalan bagi cinta Sofia kepada Irfand akhirnya berbalas. Pernikahan Irfand dan Sofia tersebut kemudian memberikan luka yang begitu mendalam bagi jiwa Syahdu yang kini telah dicerai sang suami akibat pengakuannya bahwa ia masih mencintai Irfand. Begitu terlukanya jiwa Syahdu, kondisi kesehatan Syahdu menjadi sangat terganggu yang membuat Sofia akhirnya menyuruh Irfand untuk segera menjenguk Syahdu.

Kehormatan di Balik Kerudung jelas adalah sebuah film drama yang begitu berniat untuk menghadirkan suasana kesedihan yang begitu mengharu biru kepada penontonnya. Sayangnya, hal itu sama sekali gagal untuk terjadi setelah pada setengah jam durasi awal film ini, deretan karakter di Kehormatan di Balik Kerudung ditampilkan sebagai karakter-karakter yang paling menderita yang pernah ada di perfilman Indonesia, dengan sifat yang plin-plan, sulit untuk menentukan pilihan hidup mereka serta memiliki banyak tendensi untuk memilih jalan hidup yang penuh dengan kedukaan yang mendalam daripada kebahagiaan yang mungkin lebih mudah untuk diraih. Intinya, tiga karakter utama yang mengisi Kehormatan di Balik Kerudung digambarkan dengan begitu mengesalkan sehingga lama-kelamaan penonton akan merasakan kejenuhan luar biasa terhadap seluruh penderitaan hidup yang dialami ketiga karakter ini.

Ada sebuah rumor yang beredar bahwa Kehormatan di Balik Kerudung sebenarnya adalah film karya sutradara Nayato Fio Nuala yang sengaja menggunakan nama Tya Subiakto Satrio agar film ini mampu mendapatkan kesempatan lebih luas ditonton oleh beberapa kelompok orang yang memang telah alergi dengan produk-produk buatan Nayato. Well… rumor tersebut dapat dipatahkan dengan mudah oleh produser film ini, namun dari cara penggarapan jalan cerita Kehormatan di Balik Kerudung yang menampilkan ekposisi yang terlalu berlebihan pada sisi sentimentalitas setiap karakternya, tanpa mampu menyusunnya menjadi sebuah jalan cerita yang wajar, Kehormatan di Balik Kerudung memang begitu kental dengan nuansa pengarahan Nayato yang di film ini memegang jabatan sebagai salah satu penata kamera. Benar atau tidak, yang jelas Kehormatan di Balik Kerudung adalah sebuah film kecut yang berlindung di balik imej sebagai film relijius untuk kemudian menghadirkan berbagai usaha keras agar membuat penontonnya mampu merasakan haru dan menangis… Berhasil, beberapa penonton kemungkinan besar menangis karena begitu mengesalkannya karakter dan jalan cerita film ini. Tya Subiakto Satrio… bidang penataan musik adalah bakat sejati Anda. Jauhi kursi penyutradaraan atau apapun niat hati Anda yang menyatakan bahwa Anda dapat mencoba untuk mengarahkan sebuah film.

   Rating IMDB     :  0.0/10  (Detail IMDB)
   Tangfal Rilis    :  27 Oktober 2011 (Indonesia)
   Kualitas Video  :  DVDrip (BAGUS)
   Bintang             :  Donita, Andika Pratama
   Genre               :  Drama | Romance
   Size                  :  400MB MKV  
 
Indowebster-DVDrip-400MB-MKV  : 
PASSWORD : oliphdhian
Download File
Torrent-HDRip-700MB-Avi  (Single File) : 
Download File
Mediafire Alternatif Link HDRip: 
----------------------------------------------
Jika Linknya Rusak 
atau bingung cara downloadnya 
informasikan Disini (Klik Disini)
----------------------------------------------
NOTE:
Terima Kasih
----------------------------------------------

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Kumpulan Film Bioskop - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger