Latest Movie :
Recent Movies
Tampilkan postingan dengan label P. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label P. Tampilkan semua postingan

Perahu Kertas 2 (2012)

Membagi sebuah penceritaan film menjadi dua bagian jelas bukanlah sebuah hal yang baru di industri film dunia. Beberapa franchise besar yang mendasarkan kisahnya dari sebuah novel – seperti Harry Potter, The Twilight Saga sampai The Hobbit – telah (atau dalam kasus The Hobbit, akan) melakukannya dengan dasar alasan bahwa agar seluruh detil dan konflik yang ada di dalam jalan cerita dapat ditampilkan dengan baik. Tentu saja, mereka yang skeptis akan berpendapat bahwa keputusan tersebut diambil tidak lebih hanyalah karena alasan komersial belaka – dibuat agar rumah produksi dapat meraih keuntungan dua kali lebih besar dari satu material cerita yang sama. Well… beberapa pendapat skeptis tersebut mungkin saja benar. Namun, bagaimanapun, ketika berada di tangan sutradara yang tepat, sebuah material cerita yang memang sengaja diperpanjang akan setidaknya mampu tetap memberikan kenikmatan tersendiri bagi penonton untuk menyaksikannya.

Lalu bagaimana dengan Perahu Kertas 2? Harus diakui, menempatkan Dewi Lestari untuk mengadaptasi sendiri novel yang ia tulis menjadi sebuah naskah cerita film – khususnya mengingat bahwa ia sama sekali belum pernah melakukan hal tersebut sebelumnya – adalah bagai memegang pisau bermata dua. Di satu sisi, Dewi Lestari jelas adalah satu-satunya orang yang tahu secara mendalam mengenai jiwa dari setiap lekuk cerita maupun karakter yang ia hadirkan dalam Perahu Kertas. Di sisi lain, kurangnya pengalaman Dewi Lestari dalam menggarap sebuah naskah cerita film dapat saja membuatnya terkesan ragu dalam merampingkan beberapa bagian cerita dari Perahu Kertas yang sebenarnya tidak begitu dibutuhkan untuk dihamparkan dalam penceritaan versi film dari novel tersebut. Apa yang terpapar pada Perahu Kertas 2, sayangnya, justru membuktikan kelemahan tersebut.

Menyambung kisah yang terputus pada Perahu Kertas, setelah sekian lama tidak bertemt dan saling tidak berhubungan satu sama lain, Kugy (Maudy Ayunda) dan Keenan (Adipati Dolken) kembali dipertemukan pada pesta pernikahan sahabat mereka, Eko (Fauzan Smith) dan Noni (Sylvia Fully R). Pertemuan tersebut tidak dapat disangkal mampu mencairkan kembali hubungan antara Kugy dan Keenan yang telah lama membeku. Akibat momen itu pula, Kugy kembali menemukan hasratnya untuk menjadi seorang penulis buku dongeng – dengan bantuan Keenan yang akan menggambarkan ilustrasi dari setiap cerita yang ia tuliskan.

Namun, membaiknya kembali hubungan antara Kugy dan Keenan jelas memberikan dampak yang dalam terhadap hubungan cinta yang mereka jalin terhadap kekasih masing-masing, Remi (Reza Rahadian) dan Luhde (Elyzia Mulachela). Secara perlahan, jarak mulai tercipta antara hubungan Kugy dan Remi serta Keenan dan Luhde, khususnya ketika Remi dan Luhde masing-masing mulai menyadari bahwa jiwa pasangannya telah tidak berada dalam hubungan kasih yang sedang mereka jalin. Di saat yang sama, hubungan antara Kugy dan Keenan tidak lantas berjalan mulus. Keenan lebih memilih untuk mengikhlaskan Kugy untuk memilih jalan hidupnya sendiri… sebuah keputusan yang jelas kemudian membuat hati Kugy begitu terombang-ambing atas perasaannya sendiri, baik kepada Keenan maupun Remi.

Berbeda dengan  Perahu Kertas yang penceritaannya ditata dengan sedemikian rupa untuk mampu memberikan atmosfer kisah romansa remaja yang kuat kepada para penontonnya, Perahu Kertas 2 terkesan digarap dengan begitu terburu-buru. Pergolakan asmara yang terjalin antara karakter Kugy dan Keenan terkesan ditampilkan saling berhimpitan dengan kisah romansa sekunder – kisah asmara antara karakter Kugy dan Remi serta kisah asmara antara Keenan dan Luhde – yang ingin dihadirkan dalam jalan cerita film ini. Hasilnya, tatanan kisah romansa yang begitu rapi dan manis yang dapat dirasakan dalam Perahu Kertas terasa buyar begitu saja dalam penceritaan bagian keduanya. Hal ini pula yang kemudian membuat tak ada satupun dari kisah romansa yang coba dihadirkan dalam Perahu Kertas 2 mampu bekerja secara efektif.

Perahu Kertas 2 sendiri tidak murni hanya menceritakan kisah cinta yang terjalin antara keempat karakter utamanya. Di bagian penceritaan lain, Perahu Kertas 2 juga memberikan porsi cerita bagi kisah hubungan ayah dan anak antara Keenan dengan ayahnya, Adri (August Melasz), penguakan mengenai masa lalu yang terjalin antara Lena (Ira Wibowo) dan Pak Wayan (Tio Pakusadewo), rasa cinta karakter Banyu (Qausar Harta Yudana) kepada karakter Luhde serta rasa cemburu yang selama ini dipendam oleh Sisca (Sharena) ketika menyaksikan hubungan cinta karakter Kugy dan Remi. Seperti halnya plot kisah asmara utama dari film ini, kisah-kisah pendamping ini juga terkesan hadir sebagai tempelan belaka dengan tidak satupun diantara kisah ini mampu tampil dan berkembang dengan sempurna. Jelas sebuah hal yang sangat disayangkan.

Hal lain yang juga sangat terasa hilang dari jalan cerita Perahu Kertas 2 adalah kekuatan chemistry yang tercipta antara jajaran pemerannya. Mungkin hal ini adalah efek sampingan dari pemutusan kisah di Perahu Kertas yang kemudian dengan serta merta dilanjutkan begitu saja oleh Hanung Bramantyo di bagian kedua tanpa memberikan kesempatan bagi penonton untuk berusaha mengenal kembali karakter-karakter yang ada di dalam jalan cerita Perahu Kertas. Namun yang jelas, mereka yang mengharapkan hangatnya hubungan persahabatan antara karakter Kugy, Keenan, Eko dan Noni yang begitu cemerlang di Perahu Kertas harus bersiap-siap kecewa dengan Perahu Kertas 2 – dimana karakter Eko dan Noni yang banyak mencuri perhatian di seri sebelumnya juga kehilangan banyak bagian cerita di seri kali ini.

Walau dengan kelemahan-kelemahan diatas, Perahu Kertas 2 tetap masih sanggup memberikan banyak momen yang menyenangkan di dalam jalan penceritaannya. Jajaran pengisi departemen akting film ini masih mampu memberikan penampilan terbaiknya – khususnya Reza Rahadian yang selalu berhasil memberikan energi lebih dalam setiap kehadirannya. Dialog-dialog romansa yang dirangkai oleh Dewi Lestari masih mampu memberikan daya tariknya tersendiri. Begitu juga dengan kualitas gambar yang dihasilkan oleh Faozan Rizal serta tata musik arahan Andhika Triyadi – yang benar-benar tampil gemilang mengisi kekosongan emosional pada banyak elemen cerita di film ini – masih mampu membuat Perahu Kertas 2 tampil begitu manis.

Sangat mengecewakan untuk melihat kualitas presentasi keseluruhan dari Perahu Kertas 2. Setelah tampil menjanjikan sebagai sebuah drama romansa yang mampu tampil begitu manis di bagian pertamanya, Perahu Kertas 2 justru kemudian hadir dengan jalan cerita yang cenderung terkesan medioker, kehilangan fokus pada begitu banyak bagian dan cenderung datang dengan kehampaan sisi emosional cerita. Secara sederhana, Perahu Kertas 2 terlihat bagai diarahkan oleh orang-orang yang sama sekali berbeda dan dieksekusi dalam tempo yang begitu terburu-buru. Hasilnya, Perahu Kertas 2 gagal untuk menciptakan daya tarik yang sama seperti film pendahulunya. Jelas bukanlah salah satu momen terbaik dalam karir penyutradaraan seorang Hanung Bramantyo – bahkan dapat dikategorikan sebagai salah satu karya terburuknya. Sebuah kompromi komersial yang, sayangnya, berujung dengan kegagalan.

   Rating IMDB     :  -/10  (Detail IMDB)
   Tanggal Rilis    :  4 Oktober 2012 (Indonesia)
   Kualitas Video  :  DVDrip (BAGUS)
   Bintang             :  Reza Rahadian, Maudy Ayunda
   Genre               :  Drama
   Size                  :  450MB MKV  
 
Indowebster-DVDrip-450MB-MKV  : 
PASSWORD : oliphdhian
Download File
Torrent-HDRip-700MB-Avi  (Single File) : 
Download File
Mediafire Alternatif Link HDRip
----------------------------------------------
Jika Linknya Rusak 
atau bingung cara downloadnya 
informasikan Disini (Klik Disini)
----------------------------------------------
NOTE:
Terima Kasih
----------------------------------------------


Perahu Kertas (2012)

Wajar jika begitu banyak orang memiliki ekspektasi yang tinggi bagi Perahu Kertas. Selain diarahkan oleh Hanung Bramantyo – salah seorang sutradara film Indonesia yang dikenal seringkali mampu memadukan unsur kualitas dengan nilai jual komersial pada setiap karyanya, naskah cerita Perahu Kertas sendiri diadaptasi dari sebuah novel berjudul sama karya Dewi Lestari yang memiliki tingkat penjualan serta jumlah penggemar yang cukup tinggi. Layaknya setiap film yang naskah ceritanya mengadaptasi sebuah novel, jelas merupakan sebuah tantangan besar bagi Hanung Bramantyo dan Dewi Lestari untuk menghasilkan sebuah karya adaptasi yang benar-benar mampu menangkap esensi dari isi novel yang telah membuat banyak orang jatuh cinta tersebut. Lalu… apakah mereka dapat melakukannya?

Merupakan bagian pertama dari dua seri film yang telah direncanakan, Perahu Kertas berkisah mengenai perjalanan cinta dari Kugy (Maudy Ayunda) dan Keenan (Adipati Dolken). Kugy sendiri diperkenalkan kepada Keenan oleh dua sahabatnya, Noni (Sylvia Fully R) dan Eko (Fauzan Smith), ketika mereka menjemput Keenan sepulangnya pemuda tersebut dari masa belajarnya di negara Belanda. Kisah cinta Kugy dan Keenan tidak lantas berjalan dengan mulus. Ketika pertama kali bertemu, Kugy sedang menjalin kasih dengan Ojos (Dion Wiyoko), pria tampan yang telah ia pacari semenjak masa sekolah menengah atas.  Keenan sendiri juga sempat dekat dengan seorang gadis cantik bernama Wanda (Kimberly Ryder). Kugy dan Keenan sama-sama saling menyukai. Keduanya (mungkin sama-sama) menyadari hal itu. Namun keduanya tidak pernah benar-benar saling menyatakan perasaannya.

Arus perjalanan kehidupan akhirnya memisahkan Kugy dari Noni dan Eko. Hal yang sama juga terjadi pada hubungannya dengan Keenan yang perlahan mulai membeku ketika Keenan mulai berkonsentrasi untuk membangun karirnya sebagai seorang pelukis dengan pindah ke Pulau Bali. Kugy sendiri, seusai menyelesaikan masa kuliahnya, mulai magang di sebuah perusahaan periklanan atas bantuan kakaknya, Karel (Ben Kasyafani). Jalan pemikiran Kugy yang unik akhirnya justru memikat pimpinan perusahaan tersebut, Remi (Reza Rahadian), yang kemudian mengangkat Kugy sebagai seorang karyawan. Secara perlahan, hubungan profesional antara Kugy dan Remi mulai mencair menjadi sebuah hubungan personal. Keenan sendiri juga sedang memulai sebuah hubungan kasih baru dengan seorang gadis asal Bali bernama Luhde (Elyzia Mulachela). Namun, keduanya akan segera menemukan diri mereka kembali bertemu di sebuah persimpangan kehidupan yang baru.

Jika dibandingkan dengan deretan karya Dewi ‘Dee’ Lestari lainnya, Perahu Kertas jelas merupakan karya Dee yang paling mudah dicerna – sekaligus difilmkan. Layaknya film-film drama romansa kebanyakan, Perahu Kertas juga memuat formula kisah percintaan yang tidak asing lagi: jatuh bangunnya hubungan cinta antara dua orang manusia yang diwarnai dengan kisah pembuktikan kemampuan dan eksistensi pribadi diri mereka. Yang membedakan Perahu Kertas jelas adalah kemampuan Dee untuk menggarap karakter-karakter kisahnya menjadi lebih berwarna dan menarik serta jalinan dialog puitis indah yang hadir di setiap bagian penceritaan. Dan harus diakui, Dee cukup berhasil dalam menghadirkan poin-poin penting dari novelnya ke dalam naskah cerita Perahu Kertas.

Tidak sepenuhnya berjalan dengan lancar sebenarnya. Perahu Kertas terasa sekali berusaha memperkenalkan karakter-karakternya dalam waktu yang singkat. Untungnya, setiap karakter yang hadir di dalam jalan cerita mampu digambarkan dengan cukup baik – dan sangat terbantu dengan kemampuan para pengisi departemen akting film ini. Bagian introduksi karakter berjalan cukup mulus dengan hadirnya karakter-karakter serta dialog-dialog segar yang menghibur. Namun, ketika konflik demi konflik mulai dihadirkan, Perahu Kertas perlahan-lahan mulai kehilangan arahnya. Konflik yang muncul dari sisi kehidupan pribadi masing-masing karakter mulai mengambil tempat yang akhirnya justru memecah perhatian dan membuat satu bagian terkesan menarik sementara bagian lainnya terasa datar. Hal ini berjalan dalam durasi yang cukup lama sampai sebuah fase baru dalam kehidupan karakternya mulai hadir yang akhirnya kemudian membangkitkan kembali ritme dan energi penceritaan Perahu Kertas.

Tidak hanya dari sisi penulisan cerita, warna penceritaan Perahu Kertas juga sangat dipengaruhi oleh penampilan akting para jajaran pemerannya. Dalam kapasitas tersebut, Maudy Ayunda, yang memerankan karakter Kugy, merupakan sarana enerji utama dari Perahu Kertas. Maudy secara berhasil menterjemahkan bagaimana sesosok karakter Kugy yang memiliki kepribadian yang berwarna, tidak takut mengekspresikan perasaannya – kecuali perasaan cintanya, mungkin –  dan jalan pemikiran yang unik. Penonton yang telah mengikuti perjalanan akting Maudy jelas akan merasa kagum dengan transformasi gadis cantik tersebut menjadi sesosok karakter yang lebih luwes daripada karakter-karakter yang biasa ia perankan. Dan penampilan Maudy jelas merupakan nyawa utama bagi Perahu Kertas.

Sayangnya, hal yang sama tidak berlaku bagi lawan main Maudy Ayunda, Adipati Dolken. Penampilan Adipati lebih sering terlihat terlibas keberadaan penampilan bersinar Maudy Ayunda – atau pasangan karakter Eko dan Noni yang diperankan oleh Fauzan Smith dan Sylvia Fully R yang seringkali mencuri perhatian. Akibatnya, ketika Perahu Kertas sedang mengeksplorasi kisah pribadi karakter Keenan yang diperankan oleh Adipati – tanpa kehadiran karakter lainnya – Perahu Kertas menjadi terlihat berjalan semu. Tidak sepenuhnya kesalahan Adipati Dolken, sebenarnya. Karakter Keenan harus diakui merupakan karakter yang membutuhkan sesosok pemeran yang memiliki daya tarik dan kharisma yang sangat kuat. Adipati, terlepas dari penampilannya yang cukup baik, tidak memiliki kharisma tersebut.

Berbeda dengan Adipati, kehadiran Reza Rahadian merupakan contoh tersendiri bagaimana satu sosok aktor dapat menjadikan sebuah peran yang kecil menjadi begitu bermakna ketika dirinya mampu memiliki kharisma yang kuat. Penampilan Reza sebagai Remi memang baru dihadirkan di paruh kedua film. Pun begitu, rasanya akan ada cukup banyak penonton yang kemudian segera meminggirkan (baca: melupakan) karakter Keenan yang diperankan oleh Adipati Dolken dan menjadikan karakter Remi yang dipresentasikan oleh Reza sebagai pendamping yang tepat bagi karakter Kugy yang diperankan Maudy Ayunda. Terlepas dari penampilan personal dari masing-masing jajaran pemeran, seluruh pengisi departemen akting film ini mampu memberikan penampilan yang lugas serta chemistry yang kuat satu sama lain untuk menjadikan Perahu Kertas begitu mudah untuk dinikmati.

Satu hal lain yang cukup tampil standout dari presentasi Perahu Kertas adalah pilihan-pilihan lagu yang mengisi deretan adegan film ini. Selain iringan musik arahan Andhika Triyadi yang mampu menghasilkan tambahan emosi pada setiap adegan, lagu-lagu pilihan yang mengisi deretan adegan Perahu Kertas begitu mampu untuk hadir dan menjadi presentasi kisah sendiri bagi setiap adegan yang diisi oleh lagu tersebut. Sangat mudah untuk menempatkan jajaran soundtrack film Perahu Kertas pada jajaran soundtrack terbaik yang pernah berada pada sebuah film Indonesia. Selain kualitas tata musik, Perahu Kertas juga didukung kualitas produksi yang kuat, baik dari segi audio maupun visualnya. Sederhananya, Perahu Kertas adalah sebuah tampilan yang memuaskan dari sisi produksinya.

Perjalanan pengisahan Perahu Kertas tidak murni berjalan mulus. Setelah bagian pembukaannya yang cenderung meledak-ledak dengan deretan karakter dan dialog yang begitu berwarna, film ini mengalami penurunan ritme cerita ketika berusaha memperdalam penggambaran konflik pribadi yang dialami oleh karakter Keenan. Cukup mengganggu mengingat hal tersebut membuat Perahu Kertas terlihat menjadi datar dan cenderung menjemukan. Untungnya, Perahu Kertas kemudian mampu bangkit lagi dengan sebuah fase penceritaan yang baru dan akhirnya berhasil untuk membawa film ini menjadi sebuah jalan cerita yang cukup menghibur sekaligus menyentuh. Maudy Ayunda memberikan penampilan terbaik di sepanjang karirnya – yang masih sangat panjang, tentu saja –  yang dengan dibantu dengan penampilan dari jajaran pemeran lainnya membuat Perahu Kertas mampu tampil dinamis dalam bercerita. Sebuah drama romansa yang jelas berada di atas kelas kebanyakan drama romansa yang banyak dihasilkan oleh industri film Indonesia.

   Rating IMDB     :  7.9/10  (Detail IMDB)
   Tanggal Rilis    :  16 August 2012 (Indonesia)
   Kualitas Video  :  VCDrip (BAGUS)
   Bintang             :  Reza Rahadian & Maudy Ayunda
   Genre               :  Drama
   Size                  :  450MB MKV  
 
Indowebster-VCDrip-450MB-MKV  : 
PASSWORD : oliphdhian
Download File
Torrent-HDRip-700MB-Avi  (Single File) : 
Download File
Mediafire Alternatif Link HDRip
----------------------------------------------
Jika Linknya Rusak 
atau bingung cara downloadnya 
informasikan Disini (Klik Disini)
----------------------------------------------
NOTE:
Terima Kasih
----------------------------------------------


Perjanjian Alam Gaib (2012)

Karena pinangannya ditolak, sang kepala desa, Dargo, dengan akal liciknya menghasut para warga desa untuk mengusir ibu dan anak, yakni Mimin dan Martini, bahwa kekeringan yang melanda desa mereka akibat laknat mereka berdua.

Mimin dituduh sebagai pelacur dan Martini seagai anak yang wajahnya cacat karena penyakit kelamin. Tak ada siapapun yang menolong atau mengasihi mereka. Mimin dikeroyok hingga tewas sedangkan Martini dikejar-kejar bagaikan hewan, sampai akhirnya dia memasuki rumah setan yang ditakuti para warga. Di tempat itulah Martini bertemu dengan penjaga rumah setan dan mengadakan perjanjian.

   Rating IMDB     : Info  (Detail IMDB)
   Tanggal Rilis    :  27 April 2012 (Indonesia)
   Jualitas Video  :  DvRip (BAGUS)
   Bintang             :  Jane Shalimar, Dolly Martin
   Genre               :  Horror
   Size                  :  400MB MKV, 700MB Avi
  
 
Indowebster-DVDRip-400MB-MKV  : 
PASSWORD : oliphdhian
Download File
Torrent-DVDRip-700MB-Avi  (Single File) : 
Download File
----------------------------------------------
Jika Linknya Rusak 
atau bingung cara downloadnya 
informasikan Disini (Klik Disini)
----------------------------------------------
NOTE:
Terima Kasih
----------------------------------------------

Pocong Ngesot (2011)

Saya tidak akan terkejut apabila setelah film “Pocong Ngesot” turun dari layar bioskop, akan ada film “Pocong Ngepot”, “Pocong Ngerangkak”, atau “Pocong Nge-boikot”. Saat dunia hiburan bioskop tanah air sedang terganggu kisruh antara importir film melawan pemerintah soal pajak, yang mana pada akhirnya (lagi-lagi) membuat “sesangsara” calon penonton bioskop alias rakyat karena beberapa film Hollywood yang seharusnya sudah tayang justru untuk sementara harus dikarantina sampai waktu yang belum ditentukan, kecemasan lain pun timbul, bagaimana nasib film-film luar lainnya, apalagi mulai bulan Maret sampai selanjutnya memasuki musim panas—yang notabennya diisi oleh film-film mega blockbuster—berjejer daftar film paling ditunggu, apakah film-film tersebut akan ditunda juga? tapi di luar itu, dengan adanya kisruh ini, bisa dibilang ada sisi positifnya juga. Apa-apa yang sebelumnya diketahui hanya segelintir orang, sekarang satu-persatu muncul ke permukaan dan publik pun tidak lagi buta. Banyak yang mulai menulis A sampai Z, dari film nasional yang selama ini dibebani pajak yang keterlaluan sampai daftar para pemain besar yang selama ini memonopoli impor/distribusi film di Indonesia.

Yah semoga masalah ini ada solusi terbaik (butuh proses yang tidak instan memang), film lokal “diselamatkan”, pemerintah mau “melirik” para sineas berbakat negeri ini, film nasional yang bermutu mendominasi bioskop, dan akhirnya penonton senang karena mereka punya pilihan menarik, film Hollywood serta film nasional yang berkualitas. Tapi untuk sekarang saya harus bersabar dengan film-film “cepat saji” yang masih aja bisa ngesot dan nyelip (nah nanti ada juga judul “Pocong Nyelip di Kancut) di jadwal tayang bioskop. Film-film seperti “Pocong Ngesot” semoga tidak melihat peluang “kisruh” ini sebagai lompatan aji mumpung, sebuah mimpi buruk bagi bioskop tanah air jika seluruh studio nantinya diisi teman-teman pocong, dari dedemit cebol gunung sebelah sampai kuntilanak botak goyang striptis. “Ketika pocong tak lagi loncat” seharusnya diganti saja, ketika pocong tak lagi punya wibawa sebagai hantu lokal, mendengar kata pocong saja kita sudah bosan, apalagi dengan adanya tambahan embel-embel “ngesot” malah tambah me-muntahkan, bukan muak lagi. Seharusnya asosiasi pocong sewilayah Indonesia perlu tuh mengadakan boikot untuk tidak lagi tampil di film-film horor yang hanya bisanya melukai harga diri mereka sebagai hantu pocong. Alih-alih menakuti orang, pocong kini bisa dipukuli sendal, dikeroyoki sambil ditutup keranjang, dikentuti, ditampar, sampai disuruh bergoyang striptis. Oh iya saya lupa, “Pocong Ngesot” ini kan komedi horor, jadi wajar saja kalau ada adegan-adegan norak tersebut, wajar juga dong kalau saya muntah.

Nayato tetap akan menjadi Nayato, setelah saya sempat “memuji” (sekarang jadi agak menyesal) dia di “Kalung Jailangkung”, sutradara paling produktif tahun lalu ini kembali ke alamnya, dengan membuat film yang lagi-lagi hanya numpang taruh poster di bioskop dan laku tidak laku urusan belakangan, yang terpenting ada judul pocong-nya. “Pocong Ngesot” kembali menghadirkan pemain dan terutama lokasi yang sama, bedanya kali ini peran sentral Zaky Zimah, yang di trilogi komedi horor sebelumnya jadi ujung tombak untuk menciptakan kelucuan, sekarang digantikan oleh Aziz Gagap. Mungkin karena Nayato sendiri sudah bosan atau karena keduanya, Aziz dan si pocong, punya kesamaan yang jelas, lihat saja mereka sama-sama punya jambul  (krik…krik…krik, garing banget nga sih). eh ada Leylarey Lesesne, nama yang tidak asing di film-filmnya Nayato, karena dia memang anak kesayangannya, entah kenapa jika ada Leylarey di film, pasti Nayato lagi-lagi “kesurupan” dan tidak tahan memasukkan adegan mandi beribu-ribu kali. Gaya khasnya memunculkan pocong demi pocong di kamar mandi pun ada difilm ini.

Saya sepertinya tidak perlu menjelaskan lagi panjang lebar sinopsis “Pocong Ngesot” ini, sudah lumrah di film-film dengan nama Nayato cs. terpampang sebagai sutradara jika cerita tak jadi persoalan penting, biarkan berantakan tak karuan, yang paling penting itu yah memasukkan sebanyak mungkin adegan penampakan hantunya. Cerita bisa dibilang hanya muncul terakhir, hanya sepersekian detik, itupun dipaksakan untuk menyibak tabir misteri siapa si pocong sebenarnya. Anehnya setelah terungkap, justru menimbulkan satu pertanyaan lagi (saya juga bodoh kenapa harus serius memikirkan logika di film yang memang dibuat tidak serius), jika yang dibunuh itu seorang wanita kenapa yang muncul malah pocong laki-laki, jeng…jeng..jeng! plus berkeliaran juga tuyul-tuyul yang entah nyasar dari mana, berlarian tidak jelas yang perannya pun dipertanyakan, mau bergabung dengan pocong menakuti film ini atau main lari-larian bersama kak Leylarey.

Saya lupa kapan tepatnya hantu-hantu ini mulai dimunculkan Nayato, yang pasti awalnya saja sudah tidak jelas, lomba makan cabe dengan pemain-pemain yang wajahnya sudah sangat familiar dengan akting yang tidak jauh berbeda, malah bisa dibilang sama saja. Tapi setelah muncul, saya tidak akan lupa wajah memelas si pocong, kelihatan sekali dia tidak ikhlas main di film ini, apalagi dipaksa ngesot. Lompat saja sudah sangat menguras tenaga gaib, eh sekarang disuruh ngesot, capek sudah pasti plus kain kafan yang baru saja di beli langsung kotor, itu menjelaskan kenapa muka pocong kecut selalu (seharusnya film ini diberi judul pocong kecut saja). Apalagi dengan memakai trademark ngesot yang sudah lebih dahulu dipakai suster ngesot, saya yakin si pocong tambah stress karena akan menghadapi gugatan cerai…eh maksud saya gugatan hukum, cong pocong apes banget nasibmu. Belum lagi di film ini dia dianiaya habis-habisan, dari ditampar sendal sampai diberakin, kelihatan sekali betapa jeniusnya “Pocong Ngesot” dalam urusan melontarkan komedinya yang garing didampingi oleh Azis dan kawan-kawan yang juga tidak pernah berhasil menghadirkan komedi yang benar-benar lucu, kompak pocong dan pemain sama garingnya. “Pocong Ngesot” untuk keseratus-ribunya hanya akan menjadi film Nayato yang sangat mudah dilupakan, bahkan mungkin ketika penonton mulai berdiri dari kursi bioskop. Kapan yah Nayato membuat film macam ‘Lewat Tengah Malam’ lagi?

   Rating IMDB     :  1.8/10  (Detail IMDB)
   Tanggal Rilis    :  24 Februari 2011 (Indonesia)
   Kualitas Video  :  DVDrip (BAGUS)
   Bintang             :   Aziz, Keira Shabira
   Genre               :  Horror | Comedy
   Size                  :  400MB MKV  
 
Indowebster-DVDrip-400MB-MKV  : 
PASSWORD : oliphdhian
Download File
Torrent-HDRip-700MB-Avi  (Single File) : 
Download File
Mediafire Alternatif Link HDRip
----------------------------------------------
Jika Linknya Rusak 
atau bingung cara downloadnya 
informasikan Disini (Klik Disini)
----------------------------------------------
NOTE:
Terima Kasih
----------------------------------------------

Pocong Mandi Goyang Pinggul (2011)

Ferdy tak menyangka perjalanannya pada suatu malam menjadi nasib apes. Ia menabrak mobil yang sama-sama ngebut. Orang yang ditabraknya tidak tertolong dan langsung mati seketika. Sementara Ferdy yang terluka, harus bersabar dalam pengobatan. Wajahnya yang robek butuh perawatan ekstra. Karenanya Ferdy tidak sempat datang ke pemakaman orang yang ditabrak. Apalagi Ferdy sempat kehilangan ingatan sementara.

Setelah sembuh dari kecelakaan menabrak orang, Ferdy menjadi sangat dingin pada pacarnya Rena. Rena berusaha untuk selalu mendekati Ferdy. Adiknya Ferdy yang ingin kakaknya sembuh total mendukung usaha Rena.Tapi semakin sering dikunjungi semakin sering mereka bertengkar. Apalagi Ferdy menemukan pujaan baru, Sasha. Sasha adalah seorang gadis Amerika. Mereka berkenalan melalui chatting online. Sasha selalu meminta Ferdy menyusulnya. Ketika mamanya pulang, mamanya curiga. Lalu menyewa detektif untuk menyelidiki keberadaan Sasha. Ketika diselidiki, ternyata Sasha sudah meninggal. Yang ada adalah kakaknya, Grey. Jadi selama ini Ferdy chatting dengan hantu.

Nampaknya syuting yang disebut 50% di Hollywood memang dilakukan, namun itu untuk adegan Sasha Grey saja di dalam gedung dan tidak banyak fariasi. Kawasan-kawasan Hollywood pun hanya diambil sekilas sebagai bukti syuting di negeri Paman Sam. Keterbatasan adegan di Hollywood tidak jadi masalah mungkin bagi Anda yang memang berharap hiburan saja di film ini. Tokoh-tokoh pelawan seperti Tata Dado, Dudung Hayo, Ucok Baba, Mpok Nori, dan Tatang Gepeng mampu membuat tawa. Gambar-gambar Sasha benar-benar dieksploitasi secara fisik karena 80% adegan Sasha diperankan dengan baju minim.

Overall Pocong Mandi Goyang Pinggul  hanyalah sebuah film yang terang-terangan menjual seorang Sasha Grey dengan penggunaan judul aneh binti gajebo yang disinyalir hasil semedi di atas kuburan pada malam satu suro. Plot cerita seadanya yang diperpanjang dengan pita warna-warni pengganti pita seluloid ini akhirnya ditutup dengan kesimpulan “brilian” yang melibatkan seorang Detektif L.A.P.D di sebuah tempat bernama HOLLYWOOD! Sayapun berniat menutup 75 menit yang absurd ini dengan mandi kembang tujuh rupa di rumah menggunakan gayung merah dengan ditemani  poster Sasha Grey di dinding. Ooohhh! (Review Witra Asliga)

   Rating IMDB     :  Info (Klik Disini)
   Tanggal Rilis     :  28 April 2011 (Indonesia)
   Kualitas Video  :  DVDRIP (BAGUS)
   Bintang            :  Sasha Grey

   Genre              :   Comedy | Horror 
   Size                 :  350MB Mkv
 

Mediafire-DvDrip-350Mb-Mkv  (4 Part) :
PASSWORD : oliphdhian
Download File
Torrent-DvDrip-1.4GB-Avi  (Single File) : 
Download File
Mediafire Alternatif Link DvDrip
----------------------------------------------
Jika Linknya Rusak 
atau bingung cara downloadnya 
informasikan Disini (Klik Disini)
 ----------------------------------------------

Punk In Love (2009)

Diawali oleh percobaan bunuh diri yang menghebohkan kota Malang, empat anak Punk, Arok (Vino G. Bastian), Yoji (Andhika Pratama), Mojo (Yogi Finanda), dan Almira (Aulia Sarah) tanpa pikir panjang memutuskan untuk pergi ke Jakarta untuk menyatakan cinta pada seorang cewek pujaan. Dengan modal hati dan rambut jigrak kebanggaan, perjalanan sepanjang pulau Jawa yang maunya biasa malah jadi luar biasa.

Kebanjiran, kejar-kejaran dengan bis maut di sepanjang jalur Pantura, berantem dengan tukang sate, dan seabrek petualangan konyol tapi seru akhirnya dilakoni di sepanjang jalan. Bromo, Cepu, Pati, Semarang, Cirebon, jadi saksi jungkir-baliknya anak-anak Punk ini mempertahankan idealismenya, sekaligus membuka jati diri mereka satu demi satu: rambut boleh jigrak tapi hati tetep… dangdut!



   Rating IMDB     :  6.7/10  (Detail IMDB)
   Tanggal Rilis    :  9 July 2009 (Indonesia)
   Kualitas Video  :  DVDrip (BAGUS)
   Bintang             :  Vino Bastian, Andhika Pratama
   Genre               :  Drama | Comedy
   Size                  :  550MB MKV  
 
Indowebster-DVDrip-550MB-MKV  : 
PASSWORD : oliphdhian
Download File
Torrent-HDRip-700MB-Avi  (Single File) : 
Download File
Mediafire Alternatif Link HDRip
----------------------------------------------
Jika Linknya Rusak 
atau bingung cara downloadnya 
informasikan Disini (Klik Disini)
----------------------------------------------
NOTE:
Terima Kasih
----------------------------------------------

Preman In Love (2009)

Sahroni (Tora Sudiro), preman desa Demolong yang jatuh cinta pada Rini (Fanny Fabriana), anak pak lurah (Marwoto). Padahal pak lurah sendiri hendak menjodohkan Rini dengan laki-laki pilihannya, yakni, Raden Mas Pono (Vincent Rompies). Akhirnya pak lurah memutuskan, siapapun yang bisa menjadi lurah sebagai pengganti dirinya kelak, maka akan dinikahkan dengan Rini.

Persaingan antara Sahroni dan Pono pun dimulai. Sahroni pun berubah 180 derajat, tak lagi menjadi preman yang dibenci masyarakat. Pono yang takut tak mendapat Rini, mati-matian meraih perhatian masyarakat desa. Merasa tak cukup, Pono pun meminta bantuan seorang dukun sakti, Heri (Den Baguse Ngarso).

Tibalah saat hari pemilihan, perhitungan suara pun dilakukan. Pono pun unggul tipis dari Sahroni, itu pun karena Pono curang menyuap petugas pemilihan. Walau patah hati, Sahroni tetep menerima hasil pemilihan tersebut. Rini yang diam-diam telah jatuh pada Sahroni yang tidak ingin menikah dengan Pono. Maka pada malam midodareni, ia kabur. Saat kabur, Rini ternyata memiliki rencana sendiri, yakni membuka kedok Pono. Ia menjebak salah satu kaki tangan Pono agar mau menjadi saksi kecurangan bosnya.

Akhir kata, perhitungan suara ulang pun dilakukan. Dan kali ini Sahroni lebih unggul dari Pono. Pernikahan Rini dan Sahroni pun segera dipersiapkan. Pono yang tidak terima dikalahkan seorang preman, ditambah harga diri sebagai keturunan 'Raden Mas', membuatnya melakukan segala cara untuk mengacaukan pernikahan Rini dan Sahroni.

   Rating IMDB     :  4.6/10  (Detail IMDB)
   Tanggal Rilis    :  18 July 2009 (Indonesia)
   Kualitas Video  :  DVDrip (BAGUS)
   Bintang             :  Tora Sudiro, Vincent
   Genre               :  Drama | Comedy
   Size                  :  400MB MKV  
 
Indowebster-DVDrip-400MB-MKV  : 
PASSWORD : oliphdhian
Download File
Torrent-HDRip-700MB-Avi  (Single File) : 
Download File
Mediafire Alternatif Link HDRip
----------------------------------------------
Jika Linknya Rusak 
atau bingung cara downloadnya 
informasikan Disini (Klik Disini)
----------------------------------------------
NOTE:
Terima Kasih
----------------------------------------------

Putih Abu-abu dan Sepatu Kets (2009)

Tiga sahabat, Flory, Kemala, dan Icha. Usia mereka 14 tahunan, duduk di kelas 1 SMU. Tidak pernah ada rahasia di antara mereka. Mereka menjalin persahabatan dengan Dea, teman satu sekolah mereka yang nekad berusaha bunuh diri dengan. Dea depresi karena cowoknya Adit telah merekam dan menyebarkan adegan mesra mereka ke teman-teman sekolah Dea melalui internet dan telefon genggam.

Persoalan keluarga Flory adalah yang paling rumit dalam hidupnya, apalagi saat orang tuanya bercerai karena ibunya ternyata seorang lesbian.

Kemala, selalu ingin tahu hal-hal yang berbau dewasa, di antara telan-temannya, dia adalah orang pertama yang mendapat menstruasi dan pacaran. Semua yang dia alami selalu diceritakan pada teman-temannya. Berbeda dengan Icha yang merasa belum sempurna karena belum menstruasi.

Persoalan hidup dan mencari cinta mengajarkan mereka banyak hal. Satu persatu masalah mereka selesaikan dengan cara mereka. Dan mereka sangat menjaga yang namanya harga diri. Mereka tidak mau terjerumus pada hal yang negatif walaupun masalah yang mereka hadapi tidaklah mudah.

   Rating IMDB     :  2.5/10  (Detail IMDB)
   Tanggal Rilis    :  29 October 2009 (Indonesia)
   Kualitas Video  :  DVDrip (BAGUS)
   Bintang             :  Arumi Bachsin, Adipati
   Genre               :  Drama | Romance
   Size                  :  350MB MKV  
 
Indowebster-DVDrip-350MB-MKV  : 
PASSWORD : oliphdhian
Download File
Torrent-HDRip-700MB-Avi  (Single File) : 
Download File
Mediafire Alternatif Link HDRip
----------------------------------------------
Jika Linknya Rusak 
atau bingung cara downloadnya 
informasikan Disini (Klik Disini)
----------------------------------------------
NOTE:
Terima Kasih
----------------------------------------------

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Kumpulan Film Bioskop - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger