Latest Movie :
Recent Movies
Tampilkan postingan dengan label Crime. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Crime. Tampilkan semua postingan

Dilema (2012)

Empat orang sutradara muda film Indonesia menulis dan menyutradarai lima film pendek yang mencoba untuk menggambarkan kelamnya sisi-sisi kehidupan di kota Jakarta. Tidak seperti kebanyakan film-film omnibus lain yang akhir-akhir ini banyak diproduksi di Indonesia – yang semoga hanya merupakan menjadi sebuah alternatif bentuk kreativitas lain dari para insan film Indonesia dan bukan karena terlalu malas atau ketidakmampuan untuk memproduksi sebuah film panjang – lima kisah pendek yang dihantarkan dalam Dilema tidak diceritakan secara bergantian. Kelima kisah pendek tersebut berjalan beriringan satu sama lain hingga membentuk satu benang merah yang akhirnya mampu menghubungkan kelima cerita tersebut.

Empat kepala dengan empat jalan pemikiran yang berbeda mencoba untuk menghasilkan lima kisah yang akhirnya membentuk sebuah kesatuan. Jelas sebuah tantangan yang cukup kompleks. Sayangnya, seperti yang ditunjukkan oleh kualitas penceritaan Dilema, keempat sutradara tersebut – Adilla Dimitri, Robert Ronny, Robby Ertanto Soediskam dan Rinaldy Puspoyo – gagal untuk membentuk sebuah kesatuan yang menarik dari kelima cerita yang mereka arahkan. Secara perlahan, lima kisah yang tersedia dalam Dilema memang mampu mengkristal dalam satu jalinan cerita. Namun, perjalanan untuk menuju penyatuan lima kisah yang berbeda itulah yang menjadi masalah terbesar bagi film ini. Walau kelimanya memegang tema kekelaman cerita yang sama, tapi kelima kisah pendek dalam Dilema berlari dalam lima nada penceritaan yang berbeda – yang membuat film ini gagal untuk membentuk sebuah hubungan emosional kuat dengan para penontonnya.

Kisah pertama dalam Dilema hadir dalam wujud kisah pendek berjudul The Officer. Bagian ini mengisahkan mengenai seorang polisi muda nan idealis serta baru diangkat menjadi seorang reserse, Ario (Ario Bayu), dalam perjalanan hari pertamanya bekerja dengan seorang polisi senior, Bowo (Tio Pakusadewo). Perjalanan keduanya ternyata mampu memberikan banyak pengalaman baru bagi Ario, sekaligus membuka matanya bahwa kebenaran tidak selalu dapat dilihat dari sisi hitam dan putih. Kisah tersebut diikuti dan berhubungan secara langsung dengan kisah Garis Keras, sebuah penceritaan mengenai seorang pemuda relijius, Ibnu (Baim Wong), yang menemukan dirinya terjebak dalam berbagai tindakan ekstrimis akibat pengaruh sahabatnya, Said (Winky Wiryawan).

Kisah ketiga, Rendezvous, mengisahkan mengenai Dian (Pevita Pearce), seorang gadis muda yang mencoba menghilangkan segala kejenuhan dan kegalauan hatinya dengan berlibur ke sebuah pulau wisata. Disana, ia kemudian berkenalan dengan Rima (Wulan Guritno), seorang wanita yang akan membawa ingatan Dian kembali ke memori kelam masa lalunya. Lalu ada The Big Boss, yang berkisah mengenai seorang arsitek muda dan sukses, Adrian (Reza Rahadian), yang di suatu hari menyadari bahwa dirinya memiliki hubungan tak terpisahkan dengan seorang pemimpin kelompok mafia kota Jakarta, Sonny Wibisono (Roy Marten). Kisah terakhir dalam omnibus ini hadir lewat The Gambler, yang mengisahkan mengenai Sigit (Slamet Rahardjo Djarot) yang kembali ke kekelaman dunia judi demi membayar sebuah hutang pribadinya di masa lalu.

Jika dibandingkan dengan kebanyakan film drama yang banyak dirilis di Indonesia, Dilema jelas merupakan sebuah tantangan tersendiri. Tidak hanya dalam rancangan penceritaannya yang mencoba untuk menggabungkan lima elemen cerita yang berbeda dalam sebuah lini masa penceritaan yang serupa, namun kisah-kisah yang dihadirkan dalam film ini juga sama sekali tidak menawarkan hadirnya emosi apapun kepada para penontonnya kecuali rasa depresi yang mendalam. Kelam. Atmosfer depresif itu sendiri tidak hanya datang dari kelima kisah yang hadir. Sebagian penonton kemungkinan besar akan menemukan diri mereka merasa depresi akibat lima jalan penceritaan yang berbeda dari keempat sutradara yang sepertinya dipaksakan untuk serasi satu sama lain dan akhirnya gagal untuk membentuk chemistry yang tepat. Mungkin penceritaan Dilema akan menjadi lebih mudah dicerna jika kelima cerita diceritakan dalam lima porsi penceritaan yang berbeda dan tidak saling berhubungan satu sama lain.

Bagian terbaik dari Dilema – walaupun tidak sepenuhnya bebas… dilema – adalah penampilan dari penisi departemen akting film ini. Dipenuhi dengan nama-nama aktor dan aktris papan atas industri film Indonesia yang telah banyak dikenal selalu mampu menghantarkan permainan akting mereka dengan baik, departemen akting Dilema mampu tampil meyakinkan, terlepas dari penampilan Abimana Arya yang terkurung pada imej seorang Andi yang ia tampilkan dalam Catatan Harian Si Boy (2011) atau Pervita Pearce yang kadang kurang mampu untuk menggalio permainan ekspresi dan emosionalnya. Sinematografi arahan Yudi Datau juga mampu memberikan kelembutan gambar di tengah-tengah himpitan rasa depresif yang dirasakan penonton atas jalan cerita film ini.

Secara keseluruhan, Dilema terlihat sebagai sebuah film dengan ambisi besar namun sayangnya dieksekusi dengan cara yang terlalu klise. Eksplorasi yang dilakukan pada lima kisah yang bernuansa kelam terasa dangkal akibat kurangnya pendalaman cerita serta pendalaman karakter yang disajikan di sepanjang film. Kurang mampunya setiap cerita untuk berbaur antara satu sama lain juga seringkali membuat Dilema sulit untuk dicerna dan membentuk hubungan emosional kepada para penontonnya. Hasilnya, Dilema justru benar-benar memberikan sebuah dilema baru bagi para penontonnya: sebuah sajian dengan jalan cerita kelam yang sama sekali tidak dapat dirasakan sentuhannya oleh para penonton. Mati rasa.

   Rating IMDB     :  6.5/10  (Detail IMDB)
   Tanggal Rilis    :  23 February 2012 (Indonesia)
   Kualitas Video  :  DVDrip (BAGUS)
   Bintang             :  Kenes Andari, Abimana Arya
   Genre               :  Crime | Drama
   Size                  :  400MB MKV  
 
Indowebster-DVDrip-400MB-MKV  : 
PASSWORD : oliphdhian
Download File
Torrent-HDRip-700MB-Avi  (Single File) : 
Download File
Mediafire Alternatif Link HDRip
----------------------------------------------
Jika Linknya Rusak 
atau bingung cara downloadnya 
informasikan Disini (Klik Disini)
----------------------------------------------
NOTE:
Terima Kasih
----------------------------------------------


Dead Time: Kala (2007)

Eros (Ario Bayu) adalah seorang polisi yang tengah menyelidiki kasus pembakaran terhadap 5 orang yang menewaskan kelimanya secara mengenaskan. Diluar kehidupannya sebagai polisi, Eros adalah seorang homoseksual. Sementara itu seorang wartawan bernama Janus (Fachri Albar) juga tengah menyelidiki kasus tersebut. Janus sendiri menderita penyakit narkolepsi yang membuatnya mudah sekali tiba-tiba tertidur apabila emosinya sedang memuncak misal terlalu panik, antusias ataupun marah. Hal itu jugalah yang membuat sang istri, Sari (Shanty) menggugat cerai Janus karena dia merasa sang suami tidak bisa memenuhi nafkah batinnya karena setiap akan berhubungan Janus selalu tiba-tiba tertidur. Janus yang masih menyelidiki k`sus kematian 5 orang tersebut secara diam-diam meletakkan tape recorder dalam pot di kamar mayat dimana salah seorang istri korban ada disitu dan menolak diwawancara.

Tidak lama kemudian istri korban tersebut tewas tertabrak dan dilindas mobil tepat didepan mata Janus. Yang lebih aneh lagi, saat Janus mengambil tape recorder miliknya, dia menemukan rekaman suara wanita tersebut. Wanita itu mengatakan hal yang tidak dimengerti Janus yang intinya adalah menunjukkan lokasi sebuah tempat bernama "Bukit Bendonowongso". Yang lebih aneh dan mengerikan lagi, semua orang yang mendengar rekaman itu dan mengetahui lokasi tersebut akan mati secara mengenaskan. Ternyata baru diketahui kalau lokasi itu menunjukkan tempat penyimpanan harta karun miik Presiden pertama. Dan ternyata selain Janus dan Eros ada pihak lain yang ikut serta dalam perburuan harta karun tersebut.

Joko Anwar memang paling berani bereksperimen. Lihat saja cerita dan nuansa dalam film ini yang tentunya tidak akan ditemui di film Indonesia lain atau setidaknya di film garapan sutradara lainnya. Sisi teknis khususnya sinematografi film ini begitu berani menampilkan nuansa yang berbeda dan sangat pantas disebut sebagai film noir pertama di Indonesia. Dengan berani film ini menampilkan setting di negeri antah berantah. Setting lokasinya memang sebenarnya tidak sulit ditebak, tapi tata artistik film ini mampu membuat seolah lokasi-lokasi dalam film ini bukanlah di Indonesia. Lalu penggunaan tata cahaya dan teknik sinematografi yang sangat film noir makin memantapkan film yang punya judul lain Dead Time: Kala ini sebagai salah satu film dengan sinematografi terbaik yang pernah dimiliki Indonesia.

Tapi apakah film dengan sinematografi luar biasa ini diikuti dengan cerita yang mumpuni? Cerita yang ditulis Joko Anwar sama beraninya dengan gaya penyutradaraan dan sinematografinya yang eksperimental. Dasar cerita yang dia tulis cukup berani dengan berlokasi di negeri antah berantah tapi sebenarnya sangatlah Indonesia, Joko Anwar coba memasukkan berbagai unsur termasuk sindiran terhadap Indonesia dan yang utama adalah mengenai perburuan harta yang dibalut dengan ramalan Jayabaya. Dengan genre fantasi dan setting di negeri antah berantah memang bisa menutupi berbagai hal yang diluar logika yang banyak terjadi di film ini. Tapi harus diakui juga bahwa Joko Anwar terlalu mementingkan gaya sehingga ceritanya sendiri agak terasa kedodoran. Beberapa hal terasa janggal karena eksekuisnya yang kurang maksimal seperti mengenai kutukan yang merenggut nyawa. Bagaimana awalnya kutukan itu bisa terjadi? Apa sebenarnya makhluk yang muncul tiap kali akan ada orang yang terbunuh itu? Saya juga tidak menemukan film ini bisa mengikat saya karena karakternya sendiri tidak menarik buat saya.

Mengenai ramalan dan konklusinya saya sendiri merasakan hal yang bisa dibilang lucu kalau tidak mau diaktakan konyol. Sang penidur yang diartikan sebagai orang yang kena penyakit tidur? Saya tidak tahu pasti apakah ramalan Jayabaya yang dipakai di film ini memang benar ada disalah satu ramalan Jayabaya atau hanya karangan tapi yang jelas tafsiran untuk hal itu terlalu naif. Kemudian sang "ratu adil" yang muncul buat saya justru lebih menarik. Seperti yang saya bilang bahwa meski di negeri antah berantah, tapi sangat jelas bahwa negeri di film ini adalah alternate universe bagi Indonesia. Dan apa jadinya jika sang ratu adil adalah seorang homoseksual yang seringkali direndahkan di negeri ini? Ide yang menarik hanya saja tidak ada penjelasan mengapa bisa dia yang menjadi ratu adil menginagt tidak ada hal spesial yang telah dia lakukan sebelumnya.

Tapi yah meski di ceritanya kedodoran dalam eksekusi, tapi dasar idenya tetaplah menarik. Berbagai sindiran untuk negeri ini jelas sangat terasa seperti aksi anarkis, isu politik, lalu sosok orang di pemerintahan yang digambarkan mau melakukan apa saja demi harta, dan masih banyak hal lainnya. Secara keseluruhan film ini punya tata sinematografi dan artistik yang sangat bagus, ide cerita yang juga kreatif, hanya saja Joko Anwar terlihat terlalu asyik bergaya dalam filmnya dan memang itu berhasil membuat keunikan tersendiri. Tapi akan lebih baik lagi jika berikutnya dia lebih memaksimalkan penggarapan ceritanya. Masih banyak lubang yang meninggalkan pertanyaan tidak perlu. Saya jelas akan menunggu 2 film terbarunya yang akan rilis tahun ini, Modus Anomali dan Impetigore.

   Rating IMDB     :  7.2/10  (Detail IMDB)
   Tanggal Rilis    :  19 April 2007 (Indonesia)
   Kualitas Video  :  DVDRip (BAGUS)
   Bintang             :  Fachry Albar, Ario Bayu
   Genre               :  Crime | Fantasy | Thriller
   Size                  :  400MB MKV  
 
Indowebster-DVDrip-400MB-MKV  : 
PASSWORD : oliphdhian
Download File
Torrent-HDRip-700MB-Avi  (Single File) : 
Download File
Mediafire Alternatif Link HDRip
----------------------------------------------
Jika Linknya Rusak 
atau bingung cara downloadnya 
informasikan Disini (Klik Disini)
----------------------------------------------
NOTE:
Terima Kasih
----------------------------------------------


Mengejar Matahari (2004)

Setelah sukses dengan film Ada Apa dengan Cinta? (2002), Rudi Soedjarwo kembali dengan film dramanya berjudul Mengejar Matahari. Jika Ada Apa dengan Cinta? adalah film drama percintaan, maka film Mengejar Matahari adalah drama persahabatan.

 Kisah diawali dengan gambaran masa kecil empat sahabat: Ardi, Nino, Apin, dan Damar. Ardi bercerita tentang dirinya dan ketiga kawannya. Empat sekawan ini menjadi saksi utama saat Obet, preman setempat, masuk penjara. Mereka tidak menyangka, masalah inilah yang mengubah banyak hal di masa depan. Keempat sahabat itu berubah menjadi sosok remaja SMA yang menyusuri gang-gang kompleks rumah susun. Ketika Rara (Agni P Arkadewi) muncul, ada yang berubah. Gadis yatim-piatu yang harus bekerja demi menghidupi diri dan adiknya, memikat Ardi (Winky Wiryawan) dan Damar (Fauzi Baadilla) dan mengguncang persahabatan mereka, bahkan Damar dan Ardi saling tinju. Masalah menjadi makin pelik ketika Obet (Ade Habibie) muncul lagi dengan hasrat balas dendam. Terjadi perkelahian antara Obet dan keempat sahabat itu. Obet menusuk Apin hingga tewas. Damar yang selalu menjadi sosok nekad, mengambil langkah terakhir: peluru dari pistolnya menghabisi nyawa Obet dan sekaligus membawanya ke penjara.

Film ini bertutur pada empat orang sahabat yang masing-masing punya karakter yang berbeda. Karakter-karakter yang ditampilkan punya kekuatan tersendiri. Hingga hadirnya wanita pertanda kehancuran persahabatan mereka. Mereka yang sama-sama mengejar matahari akhirnya terpecah akibat hadirnya wanita di tengah persahabatan mereka. Apalagi musuh bebuyutan mereka semakin meneror keempat laki-laki tersebut.

Film ini secara keseluruhan bagus banget, makanya gue kasih bintang 4. Buat gue yg gak ngerti soal sinematographi.. gue berani bilang pengambilan gambar dan suaranya udah bagus banget dan tokoh2nya juga main dg bagus, kecuali Rara yg menurut gue aktingnya masih kurang banget, kaku.. apalagi pas adegan di warung yg dia nanya lighter bola bilyard punya Ardi. Tapi kalau memang dicarinya cewek yg lovable... cocok banget deh, soalnya gue juga suka liat mukanya Rara.. lucu (hmmm tenang, gue masih kekeh jumekeh gak mau pacaran sama cewek kok).

So sebelum gue jadi ngelantur gak karu2an, gue mau bilang buat yg belum nonton.. nonton deh ini film. Gak rugi banget bisa nonton karya anak bangsa yg patut dikasih bintang 4. Bangga gue nonton ini film, Veronica my best friend yg orang Venezuella juga bilang bagus, sayang gak ada subtitle Englishnya (jadi deh gue yg translate). Harapan gue nih lain kali kalo film Indonesia dibuat ke VCD, gue berharap ada sub title Englishnya... atau sekalian dibuat dlm format DVD.. kan bisa jadi promosi Indonesia ke orang asing dan juga kasih tau kalo film Indonesia itu gak kalah sama film asing lain. Semoga!

Film ini membuat gue bersyukur bahwa gue punya sahabat yg gue sayang walaupun jauh dimata gue, tapi dekat banget dihati gue. Bener banget, orang lain boleh dateng dan pergi, tapi sahabat sejati akan selalu ada dihati kita.

   Rating IMDB     :  6.6/10  (Detail IMDB)
   Tanggal Rilis    :  22 July 2004 (Indonesia)
   Kualitas Video  :  DVDrip (BAGUS)
   Bintang             :  Winky, Fedi Nuril, Fauzi Baadilla
   Genre               :  Drama | Crime
   Size                  :  400MB MKV  
 
Indowebster-DVDrip-400MB-MKV  : 
PASSWORD : oliphdhian
Download File
Torrent-HDRip-700MB-Avi  (Single File) : 
Download File
Mediafire Alternatif Link HDRip
----------------------------------------------
Jika Linknya Rusak 
atau bingung cara downloadnya 
informasikan Disini (Klik Disini)
----------------------------------------------
NOTE:
Terima Kasih
----------------------------------------------

Serigala Terakhir (2009)

Ini kisah tentang PERSAHABATAN yang dibalut darah-darahan. Entah kenapa, kalo saya perhatikan, setiap persahabatan DI film indonesia yang berlatar belakang persahabatan SESAMA LAKI-LAKI, selalu sukses karena kualitas cerita dan penggarapan filmnya. Contohnya saja, JOMBLO yang mengisahkan empat sahabat, MENGEJAR MATAHARI juga berkisah empat orang sahabat, kemudian ada CATATAN AKHIR SEKOLAH yang terdiri dari tiga sahabat. sebentar lagi yang akan menyusul adalah 5 CM.

Ternyata SADIS di film ini tidak sembarang, ada banyak makna, ada tentang SADISnya kehidupan masyarakat bawah, ada SADISnya dunia penjara, ada juga SADISnya kehidupan lembah hitam, kemudian ada SADISnya sebuah kepentingan hingga memecahkan persahabatan.

Dari awal kita menonton sudah disuguhi kekerasan dan kekejaman. Jadi buat yang phobia darah, siap-siap sesering mungkin nutup mata. Jika biasanya dalam sebuah FILM, yang dieksploitasi adalah cewek-cewek. Berbaju seksi, rok mini, make-up tebal, rambut lurus panjang.

Nah, kali ini coba perhatikan. Dari awal film, kita akan disuguhi cowok-cowok berbadan sixpack. Dijaminlah cewek-cewek yang nonton ini akan sering syok bahkan menjerit!! (>.

   Rating IMDB     :  6.4/10  (Detail IMDB)
   Tanggal Rilis    :  5 November 2009 (Indonesia)
   Kualitas Video  :  DVDrip (BAGUS)
   Bintang             :  Vino Bastian, Fathir Muchtar
   Genre               :  Action | Drama 
   Size                  :  400MB MKV  
 
Indowebster-DVDrip-400MB-MKV  : 
PASSWORD : oliphdhian
Download File
Torrent-HDRip-700MB-Avi  (Single File) : 
Download File
Mediafire Alternatif Link HDRip
----------------------------------------------
Jika Linknya Rusak 
atau bingung cara downloadnya 
informasikan Disini (Klik Disini)
----------------------------------------------
NOTE:
Terima Kasih
----------------------------------------------

9 Naga (2006)

Hidup adalah menentukan pilihan. Kadang pilihan diambil dengan sukarela, lain waktu dengan terpaksa. Demikianlah kisah tiga orang pria yang telah bersahabat sejak kecil: Marwan, Donny dan Lenny.

Ketiganya mengambil jalan yang sama dan berjuang sampai saat terakhir untuk persahabatan mereka. Marwan yang disegani oleh kawan-kawannya adalah seorang pria yang keras. Dibantu Donny dan Lenny ia mencari nafkah sebagai pembunuh bayaran.


Bertiga mereka selalu bahu membahu menyelesaikan tiap pekerjaan yang diterima. Sementara itu dalam hati masing-masing muncul kesadaran bahwa kehidupan yang mereka jalani sama sekali tidak menjanjikan masa depan yang lebih baik.


Di tengah kegelisahan mereka, sebuah peristiwa yang tak di duga-duga terjadi. Sejak itu mereka seolah terbangun dari mimpi yang panjang dan merasa muak sendiri akan pilihan hidup yang dulu diambil.


Kini mereka harus berjuang untuk bisa lepas dari cengkraman kejahatan mereka sendiri.

   Rating IMDB     : Info  (Detail IMDB)
   Tanggal Rilis    :  12 January 2006 (Indonesia)
   Jualitas Video  :  DvRip (BAGUS)
   Bintang             :  Fauzi Baadilla, Lukman Sardi
   Genre               :  Drama | Crime
   Size                  :  400MB MKV, 700MB Avi
  
 
Indowebster-DVDRip-400MB-MKV  : 
PASSWORD : oliphdhian
Download File
Torrent-DVDRip-700MB-Avi  (Single File) : 
Download File
----------------------------------------------
Jika Linknya Rusak 
atau bingung cara downloadnya 
informasikan Disini (Klik Disini)
----------------------------------------------
NOTE:
Terima Kasih
----------------------------------------------
 

The Raid: Redemption (2011)

Sutradara asal Wales, Gareth Huw Evans, berhasil menghadirkan sebuah terobosan tersendiri bagi industri film Indonesia ketika ia merilis Merantau di tahun 2009. Evans sepertinya masih ingin terus mengeksplorasi pencak silat dalam film-filmnya. Seperti ingin menjadikan pencak silat sebagai sebuah bentuk ikon martial arts yang mampu berdiri sejajar dengan kung-fu maupun karate di dunia perfilman, Evans kembali menjadikan pencak silat sebagai daya tarik utama bagi film keduanya, The Raid. 

Kembali bekerja sama dengan Iko Uwais dan Yayan Ruhian untuk menghadirkan deretan koreografi laga yang lebih epik daripada koreografi laga yang sebelumnya pernah mereka hadirkan dalam Merantau, The Raid mampu tampil brutal, keras dan jelas akan memuaskan mereka yang memang menginginkan filmnya untuk bergerak dengan tipe sejenis. Sayangnya, fokus utama Evans dalam menghadirkan koreografi laga yang mumpuni seperti menarik penuh perhatiannya dari usaha untuk memperbaiki kemampuannya dalam menuliskan naskah cerita. The Raid adalah sebuah film yang mengandalkan penuh daya tarik koreografi laga dan sisi kekerasan aksinya.

The Raid berkisah mengenai sebuah tim Special Weapons and Tactics dari Indonesia yang sedang bersiap untuk menyerbu masuk ke sebuah apartemen kumuh yang berisi jumpulan kriminal kelas berat yang ada di kota Jakarta. Beberapa usaha penggerebekan telah pernah dilakukan ke dalam apartemen tersebut sebelumnya. Namun seluruhnya berakhir gagal. Tujuan utama mereka adalah menangkap raja bandar narkotika bernama Tama (Ray Sahetapy) yang berada di lantai ke-15 apartemen tersebut. 

Penyerangan yang berlangsung secara diam-diam tersebut dimulai secara mulus semenjak lantai pertama. Sayang, aksi tersebut kemudian tercium ketika mereka sedang berada di lantai 6. Dengan jumlah personel yang jelas berada jauh di bawah jumlah komplotan penjahat yang berada di apartemen tersebut, para anggota tim SWAT tersebut kini harus berupaya untuk mempertahankan hidup mereka setelah Tama dengan sikap arogannya menugaskan setiap orang yang berada di apartemen tersebut menghabisi nyawa para anggota tim SWAT tersebut satu persatu. Tanpa ampun.

The Raid adalah sebuah film yang mengesankan. Tidak akan ada seorangpun yang akan dapat menolak fakta bahwa deretan koreografi laga yang dihadirkan Gareth Huw Evans bersama Iko Uwais dan Yayan Ruhian di film ini adalah sebuah koreografi laga yang benar-benar mempesona! Namun, fakta lain juga tidak dapat disanggah – dan tidak dapat begitu saja disingkirkan hanya karena Anda terpesona dengan kebrutalan dan simbahan darah yang hadir menyertai koreografi laga film ini. 

The Raid hadir dengan plot cerita dan karakterisasi yang benar-benar miskin. Begitu minimnya pengembangan plot cerita The Raid, mungkin film ini akan hadir lebih baik jika semua plot drama dihilangkan saja mengingat momen-momen drama dalam The Raid merupakan titik kelemahan terbesar yang sempat menyajikan nada kebosanan dalam alur ceritanya. Gareth Huw Evans cukup cerdas untuk menyembunyikan kelemahan plot ceritanya dalam balutan koreografi laga yang over the top. Namun, hilangkan seluruh koreografi laga dan kekerasan yang ditawarkan film ini, maka The Raid adalah sebuah film yang sama sekali tidak memiliki daya tarik apapun. Amir Syarif Siregar

Rating OliphDhian
6.5/10
 Rating Cerita   Rating Akting  Rating Ending Rating Hiburan Recommendation 
4/105/10 7/1010/10YES

   Rating IMDB     :  8.1/10  (Detail IMDB)
   Tangfal Rilis    :  29 February 2012 (Indonesia)
   Jualitas Video  :  BrRip (BAGUS)
   Bintang             :  Iko Uwais & Ray Sahetapy
   Genre               :  Action | Crime | Thriller
   Size                  :  800MB MKV, 700MB Avi
   Subtitles          : 
Subtitle Indonesia
                               Subtitle English
Subtitle English
 
Indowebster-BlurayRip-800MB-MKV  : 
PASSWORD : oliphdhian
Download File
Torrent-BrRip-700MB-Avi  (Single File) : 
Download File
----------------------------------------------
Jika Linknya Rusak 
atau bingung cara downloadnya 
informasikan Disini (Klik Disini)
----------------------------------------------
NOTE:
Terima Kasih
----------------------------------------------
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Kumpulan Film Bioskop - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger