Ayah Sherina (Sherina Munaf), yaitu Darmawan (Mathias Muchus), insinyur pertanian, mendapatkan kerja pertanian sesuai dengan impiannya, Sherina ikut pindah ke Bandung Utara. Di sekolahnya yang baru, ia mendapat musuh, Sadam (Derby Romero), yang ternyata anak dari majikan Darmawan, Ardiwilaga (Didi Petet). Hal ini diketahui Sherina saat berliburan ke rumah Ardiwilaga. Dalam kesempatan ini permusuhan kedua anak tadi berubah menjadi persahabatan, karena keduanya diculik oleh Pak Raden (Butet Kertaradjasa), suruhan Kertarejasa (Djaduk Ferianto), yang menguasai tanah pertanian Ardiwilaga, untuk proyek propertinya.
Starring : Sherina Munaf, Mathias Muchus Genre : Drama | Family | Musical Country : Indonesia
Masa remaja merupakan masa di mana digunakan untuk pencarian jati diri. Sama halnya dengan yang dilakukan Aya (Joanna Alexandra), Ares (Zidni Adam) dan Brenda (Mentari). Pencarian jati diri yang semula menyenangkan bagi ketiga sahabat ini, ternyata tak semudah yang dibayangkan. Brenda mendapati Aya yang hamil dan yang lebih mengagetkannya, yang menghamili Aya adalah Ares. Meski marah dan terpukul atas perlakuan Ares terhadap sahabatnya, tapi Brenda berusaha berpikir jernih guna membantu kedua sahabatnya.
Ares dan Aya sendiri jika harus menikah, mereka belum siap, apalagi Aya sendiri masih berusia 15 tahun, usia yang masih sangat muda untuk menanggung beban rumah tangga. Akhirnya kedua sepakat untuk menggugurkan kandungan. Sementara itu, Aya memilih untuk tinggal di rumah Brenda, guna menyembunyikan kehamilannya dari orang tuanya.
Masalah demi masalah harus dihadapai Aya dan Ares. Apalagi usia mereka yang belum cukup umur membuat keduanya masih mempertahankan ego masing-masing. Bagaimanakah selanjutnya?
Karena mengalami kecelakaan, Nat (Andhita) dan Mina (Luna Maya) terpaksa harus menginap disalah satu bangsal rumah sakit yang tanpa mereka ketahui menyimpan misteri 'ketukan'. Tanpa disengaja, salah satu dari mereka membuka kembali misteri tersebut. Untuk menghentikannya, nyawa mereka pun menjadi taruhannya.
Kendra adalah pewaris tahta ketua gank Macan Polkadot. Bersama dengan Babe (Jaja Miharja) dan kedua adiknya Romi (Ferry Ardiansyah) juga Jodi (Kiran Shindhu). Sebagai anak tertua, Kendra diharapkan segera menikah. Apalagi adiknya, Romi sudah menikah dengan Mey (Anindhika), perempuan Batak yang galak tapi sebenarnya baik hati. Gimana nggak galak, soalnya si Romi itu dikenal playboy.
Kehilangan kekasih lamanya, Seli, membuat Kendra selalu menampik calon yang dikenalkan padanya. Bejo (Zaki Zimah), asisten Kendra, juga sudah pusing mencarikan pacar buat Kendra karena tak pernah ada satu pun gadis yang menarik hatinya. Sampai akhirnya Kendra tak sengaja bertemu dengan Selma (Atiqah Hasiholan) yang ternyata bekerja sebagai komisaris polisi. Selma sering menyamar untuk menuntaskan setiap kasusnya. Gadis cantik yang mirip dengan Seli ini membuat hidup Kendra bergairah lagi. Pertemuan mereka terjadi gara-gara Selma sedang dikejar gank Kampak Ungu yang juga musuh Macan Polkadot. Ketua gank Kampak Ungu (Indah Kalalo) memberikan minuman yang membuat Selma pingsan. Kendra menolongnya setelah menghajar anak buah Kampak Ungu. Kendra lalu membawa Selma ke rumahnya. Sempat terjadi salah paham karena Selma mengira Kendra telah memperkosanya. Secara, Selma bangun tahu-tahu pakaiannya sudah ganti. Selma akhirnya tahu kalau Kendra memang telah menolongnya.
Hubungan Selma dan Kendra menjadi dekat. Untuk menutupi identitasnya, Kendra mengaku bekerja di yayasan sosial dan Selma mengaku bekerja sebagai pegawai negeri. Sampai akhirnya Selma mengaku kalau dia sebenarnya seorang polisi yang suka menyamar untuk mengungkap kasus-kasus penyelundupan, penggelapan pajak dan mafia. Kendra terkejut mengetahuinya. Dia berusaha untuk jujur juga kepada Selma tapi tak pernah punya waktu yang tepat untuk mengutarakannya. Sampai suatu hari Selma tahu dari Bobi, seorang jaksa penuntut yang naksir Selma. Bobi cemburu karena Selma dekat dengan Kendra dan dia senang bukan main waktu tahu ternyata Kendra merupakan keluarga inti Macan Polkadot.
Selma shock mengetahui identitas Kendra yang sebenarnya. Apalagi dia sudah jatuh cinta pada Kendra. Di acara ulang tahun Babe yang ke 60, Selma datang dan membuka identitasnya kepada keluarga Kendra. Babe kaget mengetahui Selma adalah seorang polisi padahal awalnya Babe begitu senang karena akhirnya Kendra memiliki calon istri.
Kendra minta maaf pada Selma. Sudah lama sebenarnya dia ingin berhenti dari dunia gelap yang selama ini digeluti keluarganya. Dan berjanji akan insyaf untuk memulai kehidupan berkeluarga bersama Selma. Sayangnya Kendra terpaksa terlibat dalam perkelahian ketika mendapat kabar kalau kedua adiknya diculik gank Kampak Ungu. Kendra datang dan menghajar gank Kampak Ungu lalu berusaha menyelamatkan dua orang di dalam karung yang ternyata bukan kedua adiknya. Tak lama Romi dan Jodi datang karena mendapat kabar kalau Kendra diculik oleh Kampak Ungu. Ternyata mereka dijebak oleh gank Kampak Ungu itu dan Selma beserta anak buahnya datang menggerebek. Kendra membiarkan Selma menangkapnya. Selma sedih mendapati kenyataan itu. Kendra, Romi dan Jodi menjalani pengadilan. Mereka berhadapan dengan Bobi yang menjadi jaksa penuntut dalam kasus perkelahian antar gank itu. Seorang anak buah dari gank Kampak Ungu lalu mendatangi Selma. Dulu dia pernah dilepaskan oleh Kendra dan merasa berhutang nyawa. Dia membuka rahasia kalau jebakan itu sengaja dibuat Roy sebagai pimpinan Kampak Ungu dengan Bobi yang memang menghendaki Kendra masuk penjara.
Barry Obama berusia 9 tahun ketika ia tiba di Menteng. Sebagai anak baru juga latar belakangnya yang campur aduk membuatnya sulit beradaptasi. Persahabatannya dengan anak-anak tetangga, berbeda strata sosial yaitu Slamet dan Yuniardi, serta pembantunya yang banci, Turdi, membawa Barry ke berbagai pengalaman masa kecil yang tidak terlupakan.
Lewat permainan Ping Pong, Monopoli, bahkan main kelereng, membuat Barry semakin akrab dengan Slamet dan Yuniardi. Ia juga memahami kehidupan unik seorang banci bernama Turdi. Hubungan keduanya makin memancing olok-olok anak-anak kampung. Di lapangan sepak bola berlumpur, Barry pun bentrok dengan Carut dan geng-nya.
Semua pengalaman ini mengajarkan pada Barry, selain membuka diri dalam menerima perbedaan, tapi juga menerima dirinya sendiri sebagai orang yang beda seutuhnya.
Kisah cinta memang tak pernah habis untuk diabadikan. Mulai dari lukisan, foto, sastra, lagu, juga film. Kali ini PENGAKUAN SEORANG PELACUR mengisahkan kisah cinta insan manusia yang terperangkap pada status sosial. Seorang konsultan investasi Bankir, Michael (Andreano Philip) tak menyangka akan bertemu dengan seorang pelacur bernama Jenny (Jenny Cortez).
Pertemuan mereka terjadi saat mereka sama-sama menginap di sebuah hotel. Jenny menginap untuk melayani tamu, sedangkan Michael menginap untuk urusan bisnis. Hubungan yang dimulai dengan ketidaksengajaan menemukan titik kecocokan. Ketika cinta bersemi dan Michael yakin melamar Jenny, barulah Jenny merasa perlu mengungkap pekerjaannya sebagai pelacur. Dia takut mengecewakan Michael dan keluarganya yang telah sedemikian baik kepadanya. Juga menerima Jenny dengan tulus dan terbuka.
Sejatinya Michael menyadari status dan kedudukannya yang terpandang, akan tercoreng oleh hubungannya dengan Jenny. Meskipun naluri kemanusiaannya bergolak dan berhasrat untuk memberi kesempatan Jenny bertobat. Dalam sebuah wawancara, Michael dengan tegas menggambarkan tunanganya. Merasa bersalah kepada Michael, Jenny berencana melakukan pengakuan dosa di acara yang sama denagn Michael. Dalam pengakuannya Jenny mengisahkan ceritanya.
Semua berawal dari pertemuan tak sengaja antara Pandu (Aliff Alli) bersama sahabatnya (Argatama Levy cs) dengan Indah (Irish Bella), di sebuah danau nan indah.
Tiga hari pertemuan-pertemuan ini berlanjut, Pandu dan Indah menemukan kebahagiaan yang diisi keindahan hutan, kebun teh, danau, dan cinta. Saat itu Indah sedang berlibur di villa bersama orang tuanya. Kebersamaan Pandu dan Indah terus terbawa dalam hati masing-masing ketika keduanya ke Jakarta, Pandu yakin apabila jodoh mereka akan bertemu kembali, Indah memang bersekolah di Jakarta, dan Pandu baru akan pindah ke Jakarta
Laksana jodoh, garis hidup yang sudah dituliskan Tuhan, Indah bertemu kembali dengan Pandu, dan cinta itu tetap ada walau kini ada rintangan. Indah sudah memiliki ‘pacar’, dan tepatnya jodoh pilihan mamanya (Wulan Guritno), bernama Ramon (Miradz)
Hingga kemudian, sebuah kecelakaan merenggut sebagian hidup Indah. Penglihatannya dan pita suaranya. Saat itulah, kakak Indah (Arumi Bachsin) kembali, setelah selama ini pergi, karena menolak jadi boneka ibunya. Indah ibarat boneka rusak, menolak ditemani orang tuanya, apalagi pacar pilihan orang tuanya. Pandu kembali muncul. Pandu melepaskan sekolahnya di Jakarta untuk kembali ke desa, menyusul Indah, yang memilih menghabiskan kesendiriannya di villa. Pandu tak pernah membiarkan Indah sendiri, seberapa keras pun Indah menolaknya. Bersama-sama, Pandu dan sahabat Indah (Indah Permatasari) mencoba mengembalikan senyum Indah Dan di situlah, di tempat awal mereka bertemu, Indah dan Pandu kembali bersatu. Seperti sebuah kalimat, “manusia boleh pergi, tapi cinta tinggal selama-lamanya”, begitulah kisah kasih mereka pun menjadi abadi.